Medankinian.com, Medan – PSMS Medan kembali harus mengubur mimpinya promosi ke Liga 1 musim depan setelah tak mampu bersaing dengan para penghuni papan atas.
Namun, tim berjuluk Ayam Kinantan kini menjadi penentu nasib tim lain yang masih berjuang menuju Liga 1.
Kemenangan dramatis 1-0 atas Sriwijaya FC pekan lalu, membuat PSMS resmi aman dari degradasi.
Gol cepat Felipe Cadenazzi di menit ke-4 (assist Clayton Da Silva) menjadi penyelamat sekaligus pelepas beban.
Suporter tetap kecewa target promosi gagal bahkan Gubernur Sumut sempat menyatakan siap mengambil alih klub jika PSMS tidak naik kasta.
Kini PSMS akan menghadapi Adhyaksa. Dalam dua pertemuan terakhir, PSMS tak pernah kalah (menang 1-0 dan imbang).
Kepercayaan diri tuan rumah sedang tinggi. PSMS diperkuat penuh kecuali Sadam yang belum 100 persen fit. Sementara Adhyaksa datang dengan pukulan telak, Brian harus absen karena akumulasi kartu.
Pelatih Kepala PSMS, Eko Purdjianto, dalam konferensi pers Jumat (24/4/2025) di Stadion Utama Sumut, menyatakan semua pemain siap all-out.
“Tidak ada akumulasi. Semua pemain bisa tampil penuh kecuali Sadam. Kemenangan lawan Sriwijaya jadi motivasi besar. Ini laga home terakhir kami, pastinya ingin ditutup dengan kemenangan. Bukan soal menggagalkan Adhyaksa, tapi tampil maksimal.”
Gelandang bertahan Farhan yang mendampingi Eko juga menegaskan bahwa tim sudah haus kemenaran setelah tekanan degradasi hilang.
Laga ini mungkin cukup menarik yakni, drama degradasi vs promosi PSMS yang selamat kini bisa “menghancurkan” mimpi Adhyaksa.
Kemudian efek kandang terakhir dan dipastikan suporter Medan memenuhi stadion. (MK/Sdf)