Raih Kepercayaan Diri Melalui Lomba, Kisah Inspiratif Ala Rafie Akbar
Medankinian.com, Medan – Beberapa kalangan mahasiswa memiliki masalah terhadap bagaimana mereka dapat mengembangkan kemampuan, keterampilan dan potensi diri mereka. Bahkan, beberapa di antara kalangan mahasiswa tersebut memiliki keresahan tersendiri akan hal tersebut.
Setiap mahasiswa dapat memilih aktivitas dan kegiatannya masing-masing sesuai minat dna bakatnya. Ativitas tersebut dapat berupa kerelawanan, perlombaan, sampai dengan kegiatan-kegiatan luar kampus lainnya. Bagi beberapa mahasiswa, mengikuti perlombaan dapat menjadi sebuah pemicu diri untuk dapat belajar sekaligus menorehkan prestasi.
Begitu juga dengan Muhammad Rafie Akbar, atau yang akrab disapa dengan Rafie, seorang mahasiswa yang menuntut pendidikan di tiga perguruan tinggi sekaligus. Rafie yang saat ini berada pada tahun terakhirnya di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan perlombaan. Salah satu prestasi yang ia raih baru-baru ini adalah juara 2 lomba debat nasional 2023 di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Bagi seorang Rafie, aktif mengikuti kegiatan perlombaan juga dapat membuka banyak peluang baru. Selain itu, juga bisa memberikan kepuasan dan apresiasi atas diri sendiri serta meningkatkan relasi.
Tidak jarang melalui perlombaan atau kompetisi, lingkaran pertemanan menjadi lebih berkualitas hal itu karena kalian bisa membahas persoalan yang sama, sehingga memunculkan ruang diskusi untuk saling berbagi pendapat dan informasi. “Oleh karena itu, mengikuti perlombaan jadi sangat penting untuk membawa diri untuk dapat secara aktif berkompetisi sekaligus menaikkan kemampuan diri,” ujar Rafie.
Mengikuti perlombaan membawa dampak positif ke diri individu. Begitu juga yang Rafie rasakan bagi dirinya yang berkembang melalui perlombaan. “Secara jangka panjang, mengikuti perlombaan memiliki arti yang sangat bermakna,” ujarnya.
Arti yang dimaksud di sini adalah dampak positif bagi individu, mulai dari ilmu, koneksi, hingga mendapat kepercayaan. Ilmu, artinya ilmu kita bisa bertambah melalui perlombaan sehingga kemampuan kita juga kian berkembang. Koneksi pun berimbah dalam hal ini, melalui perlombaan kita bisa menemukan teman – teman baru yang bisa menjadi teman diskusi dan bertukar pikiran. Terakhir, mendapat kepercayaan adalah ketika kita pada akhirnya dipercayai untuk melaksanakan lomba lainnya, teman kita mengajak untuk mengerjakan proyek bersama, dan lain sebagainya.
Untuk mulai terjun dan konsisten dalam dunia perlombaan bukanlah hal yang mudah, pasti banyak kendala maupun tantangan yang muncul. Contohnya seperti bagaimana harus membagi waktu dengan baik, melawan rasa malas, melawan rasa takut untuk mencoba dan melakukan persiapan semaksimal mungkin. Bagi Rafie, hal ini dapat diatasi jika kita pandai membagi waktu dengan baik seperti menggunakan salah satu metode manajemen waktu dari Eisenhower Matrix. Dengan begitu, kamu bisa mengatasi rasa malas dengan menentukan prioritas dan mengerjakan sesuatu dengan lebih terstruktur.
Butuh keberanian dan rasa percaya diri untuk mengikuti sebuah kompetisi atau lomba. Semakin sering mengikuti perlombaan, maka semakin terbentuk pula keberanian dan rasa percaya diri itu. Oleh karena itu, Rafie mengungkapkan bahwa konsisten itu hal yang penting. Menang kalah adalah dinamika dalam perlombaan, dan bagaimana kita tetap berproses menjadi lebih baik adalah kemenangan yang sesungguhnya.
Rafie juga turut membagikan pengalaman berkesan yang ia miliki selama sepak terjangnya mengikuti berbagai perlombaan. “Kalau bicara perlombaan saat SMA, mewakili Indonesia dalam ajang 2nd Phattalung Academic Competition di Thailand tentunya menjadi yang paling berkesan,” tuturmnya.
Rafie mengaku perlombaan ini menjadi yang paling berkesan karena merupakan pertama kalinya ia mendapatkan prestasi tingkat internasional dalam bidnag pidato Bahasa Inggris. Kemudian jika ditanya perlombaan yang berkesan selama menjadi mahasiswa, National Debate Competition 2023 Universitas Negeri Semarang adalah jawabannya.
Perlombaan yang membawanya menjadi juara dua ini menjadi pengalaman special bagi Rafie pribadi. Pasalnya, Rafie mengikuti perlombaan ini ketika dirinya tengah mengikuti pertukaran mahasiswa internasional di Malaysia. Terakhir, Rafie turut membagikan pesan untuk kamu yang ingin mulai terjun mengikuti perlombaan. “Jadikan perlombaan sebagai ajang untuk meyakinkan diri sendiri kalau kita bisa,” ujarnya.
Anak muda berdarah Minang itu sadar, masih ada yang merasa rendah diri dan tidak percaya diri ketika melakukan suatu hal, termasuk Rafie sendiri. Namun Rafie yakin dengan menantang diri sendiri melalui perlombaan dan mengikuti semua prosesnya, adalah kesemparan berharga untuk mengambangkan diri menjadi lebih baik.
“Terjunlah demi ilmu pengetahuan dan membuka diri untuk belajar berbagai hal dari perlombaan. Kuatkan manajemen waktu serta selalu jaga tekad untuk terus berjuang!” pungkas Rafie.
(sdf/mk)