Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Lokot Nasution Ajak Generasi Muda Rawat Demokrasi

Medankinian.com, Medan- Anggota DPR RI Komisi V sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara, H. Muhammad Lokot Nasution, ST, melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Kelurahan Medan Area, Kecamatan Medan Area, Kota Medan pada Sabtu, (26/9/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta, dengan antusiasme tinggi terutama dari kalangan generasi muda.

Dalam penyampaiannya, Lokot menekankan bahwa Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga demokrasi Indonesia.

Menurut Lokot, demokrasi bukan sekadar persoalan pemilu dan memilih pemimpin, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menghargai perbedaan pendapat, menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, serta menggunakan kebebasan dengan tetap menghormati hak orang lain.

“Demokrasi bukan hanya soal memilih ketika pemilu. Demokrasi adalah bagaimana kita menghargai pendapat orang lain, berani menyampaikan pendapat dengan bertanggung jawab, dan menerima bahwa orang lain bisa memiliki pilihan yang berbeda,” ujar Lokot.

Dalam sesi diskusi, seorang peserta dari kalangan generasi muda menanyakan apakah demokrasi di era milenial berbeda dengan demokrasi yang dipahami generasi sebelumnya, mengingat anak muda saat ini lebih banyak menyampaikan pendapat melalui media sosial.

Lokot menjelaskan bahwa medianya memang berubah, tetapi prinsip demokrasi tetap sama.

“Dulu orang menyampaikan pendapat melalui forum atau surat kabar. Sekarang ada Instagram, TikTok, YouTube dan berbagai platform digital. Medianya berubah, tetapi prinsipnya tetap: ada kebebasan berpendapat, ada hak untuk berbeda, dan ada tanggung jawab terhadap apa yang kita sampaikan,” jelasnya.

Lokot juga mengingatkan generasi muda agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk saling menyerang akibat perbedaan pilihan politik. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari demokrasi dan tidak seharusnya merusak hubungan sosial.

“Silakan berbeda pilihan dan silakan mengkritik. Tetapi jangan karena berbeda pilihan kemudian kita bermusuhan. **Democracy is about disagreement without hostility**—kita bisa tidak setuju tanpa harus saling membenci,” tegas Lokot.

Peserta lainnya kemudian menanyakan bagaimana membedakan kebebasan berpendapat dengan penyebaran informasi yang dapat menimbulkan konflik. Menjawab hal tersebut, Lokot mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih kritis terhadap informasi di media sosial.

“Jangan langsung share informasi politik yang kita terima. Cek sumbernya, lihat konteksnya dan pastikan kebenarannya. Demokrasi yang sehat membutuhkan warga negara yang kritis sekaligus bertanggung jawab,” katanya.

Lokot juga mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi aktif mengikuti isu publik, menyampaikan aspirasi, berdiskusi secara sehat dan ikut mengawal pembangunan.

“Anak muda hari ini bukan hanya pengguna demokrasi, tetapi generasi yang akan menentukan bagaimana demokrasi Indonesia ke depan. Gunakan kebebasan dengan tanggung jawab dan jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan alasan untuk terpecah,” pungkas Lokot.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui dialog dan tanya jawab antara Lokot Nasution dan masyarakat, dengan isu demokrasi, generasi muda, kebebasan berpendapat dan penggunaan media sosial menjadi bagian utama diskusi. (MK/Sdf)