Imbas Naiknya Harga Plastik, Pembeli Minyak Goreng Curah Berpaling ke Minyakita
Medankinian.com, Jakarta – Permintaan Minyakita menurut catatan Perum Bulog mengalami kenaikan imbas melonjaknya harga plastik.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, konsumen yang sebelumnya membeli minyak goreng curah kini beralih ke produk Minyakita.
Minyakita dijual dalam dua kemasan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter dan Rp 31.400 per kemasan dua liter.
Sementara harga minyak curah dijual Rp 23.000 per kilogram (kg).
“Ini memang kita tidak pungkiri karena terus terang dampak dari kenaikan harga plastik, ini minyak curah, jadi para konsumen minyak curah beralih kepada Minyakita. Karena kenaikan harga plastik, kemasan dan lain sebagainya, sehingga beralih ke Minyakita,” ujar Rizal kemarin.
Stok Minyakita Perlu Ditambah
Oleh karena itu, Rizal menilai perlu adanya penambahan stok Minyakita di lapangan. Meskipun, ia juga menjamin stok Minyakita di pasaran tergolong aman.
“Jadi, stok juga Minyakita Alhamdulillah ini sudah mulai terpenuhi ya, mulai hari ini, dan mudah-mudahan ke depan juga semakin ditambah lagi, khususnya stok Minyakita, jangan sampai minyak kita langka di pasaran,” sebut Rizal.
Harga plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp 40.000 per kg kini naik menjadi Rp 58.000 per kg. Kenaikan ini mulai terasa sejak menjelang Lebaran, yang diduga berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz.
Sebelumnya, Rizal mengatakan pihaknya telah mengajukan penambahan kuota Domestic Market Obligation (DMO) kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjadi 65%.
“Kemarin kami juga sudah lapor ke Pak Mentan untuk mengatasi Minyakita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Menteri Perdagangan untuk penambahan kuota,” ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026) kemarin.
Saat ini, BUMN Pangan ikut mendistribusikan Minyakita. Pemerintah mewajibkan produsen menyalurkan minimal 35% Minyakita melalui BUMN Pangan.
Kuota tersebut dibagi untuk tiga BUMN, yakni Bulog 70%, ID Food 20%, dan Agrinas Palma 10%. (MK/Sdf)