Menu

Mode Gelap

Medan · 23 Jan 2022 23:55 WIB

Pemecatan Kepling Harus Dijadikan Efek Jera


					Pemecatan Kepling Harus Dijadikan Efek Jera Perbesar

Medankinian.com, Medan – Dalam beberapa bulan menjabat, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution sudah beberapa kali memecat kepala lingkungan (kepling).

Teranyar, Kepling VIII Sulistyo, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur. Kepling tersebut dipecat lantaran ketahuan melakukan pungutan liar (pungli) kepada warga sebesar Rp 1,7 juta untuk pengurusan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sebelumnya sudah ada juga Kepling yang pungli diantaranya. Kepling 17 bernama Eka Septian Kelurahan Harjosari II Kecamatan Medan Amplas. Ada juga Kepling VI Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung bernama Abdul Rahman.

Pemecatan beberapa Kepling akibat pungli ini pun menjadi perhatian serius dari Sekretaris Fraksi PAN DPRD Medan, Edi Saputra ST.

“Sudah beberapa banyak Kepling yang dipecat akibat pungli, tapi kok tidak ada efek jera ataupun takut. Malah semakin menjadi-jadi dan semakin banyak,” kata Edi Saputra kepada wartawan, Kemarin (23/1/2022).

Menurutnya, pemecatan Kepling ini, jangan jadi ajang pencitraan tapi harus jadi efek jera bagi para pelakunya. Untuk itu, dia berharap Walikota Medan mencari akar masalah mengapa hal itu bisa terjadi.

“Kenapa mereka melakukan pungli? Tentunya dilihat dulu proses saat akan jadi kepling sebelumnya. Apakah, saat mau jadi kepling harus membayar atau bagaimana? Sehingga harus melakukan pungli, untuk membalikkan modal,” ujar anggota DPRD kota Medan Komisi 1.

Lanjutnya, seandainya untuk menjadi kepling harus membayar, tentunya ini merupakan hal yang tidak wajar. Bagaimanapun, yang bersangkutan harus mengembalikan modal dengan mengutip biaya pengurusan administrasi semisal KK dan KTP. Belum lagi kepentingan lainnya.

Edi meminta, Walikota Medan Bobby Afif Nasution agar benar-benar tegas dalam proses pemilihan kepling. Jangan lagi berkembang isu di masyarakat, untuk jadi Kepling harus bayar. “Jika memang mau jadi kepling sampai bayar, tentunya oknum kepling tersebut akan berupaya mengembalikan modalnya dulu” ulangnya lagi.

Sebaliknya, ujar Edi, jika tak dipungut bayar, kepling tentu akan bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat. Terlebih fungsi Kepling sebenarnya sangat vital, karena merupakan perpanjangan tangan Pemko Medan di tengah-tengah masyarakat. Sejatinya, Kepling harus segera menindaklanjuti secepatnya segala kepentingan dan permasalahan warga.

“Timbal baliknya, jika Kepling sudah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik, apa yang diminta Pemko Medan ke masyarakat melalui Kepling juga akan cepat dilaksanakan masyarakat,” tandas Edi. (sdf/mk)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Kahiyang Ayu Bobby Nasution Lepas 6.500 Lebih Peserta Parade Kebaya Nusantara

21 Juli 2024 - 15:45 WIB

Wujudkan Mandiri Pangan, Bobby Nasution Ajak Alumni IPB Sumut Majukan Sektor Pertanian

20 Juli 2024 - 18:50 WIB

Bobby Nasution Ingin Rasa Solidaritas dan Kekeluargaan Anak-Anak Vesva Tertanam di Masyarakat

20 Juli 2024 - 18:43 WIB

Pembangunan Perumahan Polonia Garden Menyalahi Ranperda RTRW Medan

19 Juli 2024 - 18:39 WIB

Arah Baru Sumatera Utara, Pilih Yang Muda Jangan Pura-pura Muda

18 Juli 2024 - 21:51 WIB

Tak Kunjung Bayar Utang, DPRD Medan Minta Bobby Tindak Tegas Mal Centre Point

18 Juli 2024 - 19:43 WIB

Trending di Medan