Menu

Mode Gelap

Medan · 15 Nov 2021 20:45 WIB

Terlibat Kasus Korupsi Rp10, 3 M, Mantan Rektor UINSU Dituntut 3 Tahun Penjara 


					Terlibat Kasus Korupsi Rp10, 3 M, Mantan Rektor UINSU Dituntut 3 Tahun Penjara  Perbesar

Medankinian.com, Medan – Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Saidurahman di Ruang Cakra 3 Pengadilan Tipikor, Senin (15/11/2021) sore. Dalam sidang itu, Saidurahman dituntut 3 tahun penjara. Dia dinilai bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Kampus Terpadu UINSU Medan Tahun 2008 yang merugikan negara Rp 10,3 miliar.

Jaksa penuntut umum (JPU) Hendri Edison Sipahutar menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana termuat dalam Pasal 3 jo Pasal 18 dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap JPU Hendri Edison dalam persidangan secara teleconfrence itu.

Terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Adapun hal yang memberatkan perbuatan terdakwa, kata JPU lagi, bertentangan dengan program pemerintah yang tengah gencar memberantas tindak pidana korupsi.

“Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dan mengakui perbuatannya. Terdakwa juga telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp10,3 miliar,” beber JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata.

Sebelumnya, JPU juga telah memberikan tuntutan 4 tahun penjara terhadap dua terdakwa lainnya dalam kasus yang sama.

Kedua terdakwa tersebut yakni eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada pekerjaan itu Syahruddin Siregar dan Direktur PT Multikarya Bisnis Perkasa, Joni Siswoyo selaku rekanan.

Sebelumnya dalam dakwaan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU Robetson Pakpakhan dan Hendri Edison disebutkan kasus ini bermula pada tahun anggaran 2018 UINSU mendapat anggaran berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Nomor : SP-DIPA-025.04.2.424007/2018 untuk pembangunan gedung perkuliahan terpadu UINSU yang dananya bersumber dari dana APBN Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nominal pagu anggaran sebesar Rp.50.000.000.000.

Terungkap juga eks Rektor Saidurahman meminta agar panitia pelelangan proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Kampus II UIN Sumut memenangkan PT Multikarya Bisnis Perkasa untuk melaksanakan proyek itu.

“Bahwa untuk merealisasikan hal tersebut, saksi Marudut SE menemui Ketua Pokja saksi Rizki Anggraini meminta bantuannya agar mau bekerjsama agar dalam proses lelang, panitia Pokja memenangkan perusahaan PT Multikarya Bisnis Perkara yang akan melaksanakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu,” sebut JPU Robetson dalam persidangan yang digelar secara virtual itu.

Singkat cerita, Panita Pokja pembangunan akhirnya memenangkan PT Multikarya Perkasa dengan dengan nilai kontrak Rp44.973.352.461. Namun belakangan, pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit kerugian negara yaitu sebesar Rp10,3 miliar. (mk)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jalin Kerjasama Dengan Paper.id, Bobby Nasution Ingin Digitalisasi Permudah UMKM Medan Naik Kelas

6 Desember 2022 - 21:28 WIB

Antonius Tumanggor Begadang Pantau Proyek Cor Beton

6 Desember 2022 - 14:55 WIB

Johannes Minta Pecat Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual

6 Desember 2022 - 14:39 WIB

Dugaan Pelecehan 5 Siswi SMPN di Medan, Haris Kelana: “Proses Hukum Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual”

6 Desember 2022 - 14:29 WIB

RSUD Bachtiar Djafar Diluncurkan, Sudari: Pemko Jawab Keinginan Masyarakat Medan Utara

5 Desember 2022 - 23:08 WIB

OJK Cabut Izin PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha

5 Desember 2022 - 21:34 WIB

Trending di Medan