4.359 Mahasiswa Baru UINSU Ikuti PBAK 2026, Rektor Ingatkan Jauhi Narkoba

Medankinian.com, Medan – Sebanyak 4.359 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026 di Kampus IV, Medan Tuntungan, Selasa (1/9/2026).

PBAK UINSU tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Unggul dalam Ilmu, Teduh dalam Keberagaman, dan Rahmat bagi Semesta”.

Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Prof Dr Nurhayati MAg, meminta mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi pemecah masalah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Prof Nurhayati, PBAK menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab, serta semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof Nurhayati.

Ia menekankan tiga nilai utama yang harus dimiliki mahasiswa UINSU, yakni unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman, dan menjadi rahmat bagi semesta.

Pada aspek keilmuan, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Memasuki perguruan tinggi, kata Prof Nurhayati, justru menjadi awal dari perjalanan intelektual yang lebih luas.

“Pada aspek keilmuan, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan menengah. Memasuki perguruan tinggi justru menjadi awal dari perjalanan intelektual yang lebih luas,” sebutnya.

Karena itu, mahasiswa diharapkan aktif membaca, bertanya, berdiskusi, serta mampu berpikir kritis, sistematis, kreatif, dan inovatif. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa juga dituntut mampu membedakan informasi dengan pengetahuan, pengetahuan dengan kebenaran, serta kecerdasan dengan kebijaksanaan.

“Kampus yang hebat tidak hanya melahirkan mahasiswa yang pintar, tetapi melahirkan manusia yang mampu menggunakan kepintarannya untuk kebaikan,” tegas Prof Nurhayati.

Selain keunggulan akademik, mahasiswa juga diingatkan untuk mampu hidup dalam keberagaman.

Menurut Prof Nurhayati, kampus merupakan miniatur kehidupan masyarakat yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, budaya, latar belakang, pengalaman, pemikiran, dan cara pandang. Perbedaan tersebut, katanya, tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan ruang untuk saling mengenal, memahami, dan menghormati.

Prof Nurhayati juga meminta mahasiswa UINSU menjadikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Ilmu, katanya, tidak boleh berhenti di ruang kelas, tetapi harus mampu hadir sebagai solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Di tengah perubahan global yang semakin dinamis, mahasiswa UINSU diharapkan memiliki daya saing sekaligus tetap memegang teguh karakter kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Nurhayati juga mengingatkan mahasiswa baru mengenai ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, narkoba merupakan persoalan serius yang turut dihadapi Sumatera Utara. Karena itu, mahasiswa diminta turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

“Upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika terus dilakukan pemerintah bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Sumatera Utara Brigjen Pol Tatar Nugroho menekankan pentingnya mahasiswa menghindari lingkungan yang berpotensi mendorong penyalahgunaan narkoba.

Ia juga meminta mahasiswa tidak segan melaporkan apabila mengetahui adanya mahasiswa yang terpapar atau berpotensi terlibat dalam penyalahgunaan narkotika. (red/mk)