Medankinian.com, Medan– Maraknya kritik negatif menyasar penggawa andalan Timnas Indonesia, Justin Hubner dan juga keluarganya di media sosial membuat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) langsung bereaksi.
PSSI melontarkan rasa prihatin yang mendalam atas serangan yang dialami Justin Hubner beserta keluarganya di media sosial.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, dengan tegas menyikapi insiden yang mencatut nama Justin Hubner.
PSSI merasa perlu angkat bicara demi melindungi para atlet yang berjuang mengharumkan nama bangsa.
“Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya,” kata Yunus Nusi dilansir dari sejumlah laman, Selasa (11/8/2026).
Kasus ini bermula ketika Justin Hubner menjadi target ujaran kebencian serta ancaman serius melalui pesan tertulis di akun Instagram pribadinya pada Minggu (9/8/2026).
Serangan tersebut tidak hanya diarahkan langsung kepada sang pemain, tetapi turut menyeret istri tercintanya, Jennifer Coppen, serta putri kecil mereka.
Yunus Nusi menilai bahwa bek andalan Garuda tersebut selalu menampilkan dedikasi, semangat juang, serta jiwa patriotisme yang tinggi setiap kali dipercaya mengenakan jersey kebanggaan negara untuk menghadapi berbagai tim nasional negara lain.
“Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan ada, masih ada, masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu,” ujar Yunus Nusi.
Lebih lanjut, pihak federasi menyatakan bahwa kritik sejatinya boleh dialamatkan langsung kepada institusi pengurus.
Namun tindakan menyerang personal pemain maupun jajaran pelatih dinilai sangat tidak pantas karena mereka adalah sosok yang berjuang di garda terdepan membela martabat bangsa.
Para pemain dinilai telah mengorbankan banyak hal secara fisik maupun mental, termasuk risiko mengalami cedera di atas lapangan hijau demi mengantarkan skuad Garuda meraih kemenangan.
Oleh sebab itu, serangan maupun ancaman yang melibatkan anggota keluarga sama sekali tidak dapat dibenarkan.
Terkait langkah hukum lanjutan untuk merespons masalah ini, pihak manajemen mengungkapkan bahwa mereka masih memantau sejauh mana eskalasi serangan digital yang diterima oleh para pemain.
PSSI terus menyerukan agar suporter dan masyarakat luas senantiasa memberikan dukungan moral yang positif, baik dalam kondisi tim meraih kemenangan maupun saat menelan kekalahan, demi menjaga stabilitas mental dan semangat para pemain.
“Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara,” katanya. (MK/Sdf)