Bobby Nasution Dukung Tangani Masalah Banjir di Jalan Letda Sudjono
Medankinian.com, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution mendukung penuh upaya Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen S.K.M dalam menangani masalah banjir yang kerap terjadi di seputar Pintu Tol Bandar Selamat, Jalan Letda Sudjono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bobby Nasution turun langsung ke lokasi rawan banjir tersebut didampingi H. Zulkarnaen dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap beserta pihak-pihak terkait pada Selasa (9/9/2026).
“Kemarin Pak Gubernur bersedia meninjau langsung lokasi banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat. Alhamdulilah, upaya yang kita perjuangkan selama ini dalam mengatasi masalah banjir di Jalan Letda Sudjono mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara,” ucap Zulkarnaen, Rabu (9/9/2026).
Dikatakan politisi Partai Gerindra itu, pada peninjauan tersebut Bobby Nasution meminta semua pihak, mulai dari Pemko Medan hingga Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut dan pihak-pihak terkait untuk segera bekerjasama menuntaskan masalah banjir di Jalan Letda Sudjono.
“Jadi kemarin sudah langsung ditegaskan Pak Gubernur kalau masalah ini harus segera ditangani oleh Pemko Medan dan pihak terkait dengan dukungan dari Pemprov Sumut,” ujarnya.
Dijelaskan Zulkarnaen, hingga saat ini Pemko Medan belum juga melakukan pembebasan lahan pembangunan kolam retensi yang akan digunakan untuk menampung debit air yang akan dialirkan dari kawasan depan Pintu Tol Bandar Selamat.
“Berbagai alasan disampaikan oleh Pemko Medan sehingga pembebasan lahan tersebut belum juga dilakukan sampai saat ini, padahal anggarannya sudah kita siapkan di R-APBD tahun ini. Perlu diketahui, saya sudah mendorong Pemko Medan untuk menuntaskan masalah ini sejak awal tahun (2025) lalu, tetapi memang progresnya berjalan dengan sangat lambat,” katanya.
Berkat Dorongan Gubernur Sumatera Utara, sambung Zulkarnaen, Pemko Medan memastikan akan segera melakukan pembebasan lahan kolam retensi yang dimaksud pada tahun ini juga. Selanjutnya, pembangunan kolam retensi tersebut akan langsung dibangun di awal tahun 2027.
“Pembangunan kolam retensi tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pembangunan drainase sepanjang 1,7 km dari Jalan Letda Sudjono di depan Pintu Tol Bandar Selamat hingga lokasi kolam retensi yang dimaksud,” ungkapnya.
Zulkarnaen menegaskan, masalah banjir di depan Pintu Tol Bandar Selamat sudah sangat lama dikeluhkan oleh masyarakat. Pasalnya, banjir yang terjadi bukan hanya merugikan masyarakat di sekitar kawasan tersebut, tetapi juga menimbulkan aksi kriminalitas yang kerap meresahkan pengguna jalan.
“Pemko Medan melalui Dinas Perkim (PKPCKTR) harus segera melakukan pembebasan lahan. Selanjutnya, Dinas SDABMBK harus segera melakukan pembangunan kolam retensi. Sementara untuk pembangunan drainase yang akan mengalirkan air ke kolam retensi, sebahagian besar akan dilakukan BBPJN, dan sebahagian lagi akan dibangun oleh Pemko Medan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Gubsu Bobby Nasution, memastikan penanganan banjir di Jalan Letda Sudjono, Kota Medan akan dianggarkan dan dikerjakan pada awal 2027.
Penanganan banjir akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemko Medan dan Kementerian PU dengan dukungan Pemprov Sumut. Kepastian itu disampaikan Bobby saat meninjau kawasan Jalan Letda Sujono yang kembali menjadi titik rawan genangan, Sela sa (8/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bobby berdiskusi dengan Wakil Wali Kota
Medan Zakiyuddin Harahap, Wakil Wali Kota Medan Zulkarnaen dan pihak Balai Jalan Kementerian PU di bawah jalur Tol Belmera. Bobby mengatakan, Jalan Letda Sujono merupakan jalan nasional sekaligus salah satu akses penting menuju Kota Medan dari berbagai daerah melalui Gerbang Tol Belmera. Karena itu, penanganan banjir di kawasan tersebut membutuhkan pembagian tugas antar lembaga.
“Ini kan ada jalan nasional, karenanya ada pihak Kementerian PU yang ikut. Jadi untuk ini ada pembagian tugas, di mana jalur drainase itu ranahnya Balai Jalan, dan nanti di ujung akan dibangun kolam retensi di bibir sungai,” ujar Bobby.
Menurutnya, pembangunan sistem drainase dan kolam retensi akan mencakup sekitar 1,7 kilometer dari titik jalan yang selama ini terdampak banjir. Bobby memastikan, pembangunan kolam retensi dapat dikebut setelah Pemko Medan melakukan proses pembebasan lahan milik warga.
Pemko Medan sendiri disebut telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan pada tahun ini. “Kami tadi hanya meyakinkan saja, kalau memang dari Pemko Medan belum menganggarkan, biar dari Pemprov. Tetapi dari Pemko menyanggupi (anggarannya). Maka kami minta prosesnya dipercepat, karena desainnya sudah ada,” katanya.
Bobby menargetkan seluruh persiapan tersebut, termasuk pembebasan lahan dapat segera dituntaskan sehingga pembangunan fisik penanganan banjir bisa dimulai pada awal 2027. (sdf/mk)