PT PMT Catatkan Layanan Perdana SSL, Perkuat Jalur Logistik Internasional

Medankinian.com, Batu Bara – Memasuki awal triwulan II tahun 2026, PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatatkan tonggak penting dengan melayani kapal peti kemas milik Samudera Shipping Line Ltd (SSL) untuk pertama kalinya.

Kapal MV Sinar Bajo sandar di dermaga dalam PMT Kuala Tanjung pada Kamis (16/04/2026), menjadi sinyal positif bagi penguatan jalur logistik internasional di pesisir timur Sumatera Utara.

Kapal berbendera Singapura tersebut memiliki panjang 171,9 meter dengan kapasitas hingga 2.000 TEUs. Pada pelayaran perdananya, MV Sinar Bajo mengangkut sekitar 400 boks peti kemas dengan rute Singapura–Belawan–Kuala Tanjung–Singapura, sekaligus membuka jalur tetap di Selat Malaka.

Direktur Utama PT PMT, Rudi Susanto, menyampaikan apresiasinya atas kedatangan kapal tersebut. Ia menyebut momen ini sebagai langkah awal dalam meningkatkan arus peti kemas di Kuala Tanjung sekaligus memperkuat kesiapan operasional pelabuhan.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan MV Sinar Bajo di Pelabuhan Kuala Tanjung. Ini merupakan milestone untuk mendorong peningkatan arus peti kemas. Kami terus menyiapkan operasional agar kegiatan logistik dapat berjalan efisien dan aman,” ujarnya.

Menurut Rudi, kehadiran SSL semakin memperkuat posisi Kuala Tanjung sebagai pelabuhan yang mulai diperhitungkan dalam jaringan pelayaran internasional. PMT pun menargetkan semakin banyak kapal berkapasitas besar dapat bersandar di pelabuhan tersebut.

Senada dengan itu, Senior Vice President Komersial dan Hubungan Pelanggan PT Pelindo Terminal Petikemas, Muchammad Ali Afandi, menilai bertambahnya operator pelayaran akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan aktivitas logistik dan kawasan industri di sekitar pelabuhan.

“Penambahan layanan pelayaran akan memperbesar peluang pertumbuhan, baik untuk pelabuhan maupun kawasan industri di sekitarnya,” katanya.

Dari sisi operator, Kuala Tanjung Branch Head PT Samudera Agencies Indonesia, Arrayyan Averus Chairan, menyampaikan bahwa layanan ini akan beroperasi secara rutin setiap pekan. Ia juga menilai kehadiran layanan tersebut membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha di Sumatera Utara.

“Kami akan melayani rute ini secara berkala. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan kapasitas pengiriman yang tersedia,” ujarnya.

Ia menambahkan, lokasi strategis Kuala Tanjung yang berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta kawasan industri lainnya menjadi faktor utama dalam pengembangan rute tersebut.

Dukungan juga datang dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sumatera Utara. Ketua DPW ALFI/ILFA Sumut, Surianto, menyebut kehadiran kapal SSL secara rutin akan meningkatkan kepercayaan pemilik kargo di wilayah hinterland Kuala Tanjung.

“Dengan semakin banyaknya kapal besar yang melayani kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Kuala Tanjung, pilihan rute akan semakin beragam sehingga distribusi barang akan berkembang,” ujarnya.

Penyambutan kapal perdana ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari KSOP Kelas III Kuala Tanjung, Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan, hingga perwakilan Pelindo dan pelaku usaha logistik serta pemilik kargo di kawasan hinterland Kuala Tanjung dan KEK Sei Mangkei.

Secara proyeksi, layanan SSL diperkirakan mampu menyumbang throughput sekitar 1.600 TEUs per bulan atau setara 19.200 TEUs per tahun.

Dengan beroperasinya layanan internasional secara rutin ini, Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu simpul logistik strategis di Selat Malaka, sekaligus mendorong daya saing ekspor dari Sumatera Utara.(red/mk)