Viral Kedai Kopi Pangku di PIK Tawarkan “Paket Enak-Enak” Dengan Pramusaji hingga Rp750 Ribu

Medankinian.com, JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan daftar menu kedai Kopi Pangku di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) mendadak viral dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Perhatian warganet tertuju pada menu yang tidak hanya menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga paket layanan interaksi langsung dengan pramusaji.

Video tersebut diunggah oleh akun pengulas tempat nongkrong dan memperlihatkan selembar menu sederhana yang diletakkan di atas meja kayu. Dalam menu itu, terdapat dua kategori utama, yakni daftar makanan-minuman serta kolom khusus bertajuk “Paket Enak-Enak”.
Untuk menu makanan, harga yang tercantum relatif standar untuk ukuran warung kopi. Beberapa di antaranya Indomie Goreng seharga Rp12.000, Indomie Kuah Telur Rp15.000, serta aneka camilan seperti nugget dan tahu goreng dengan harga berkisar Rp15.000 hingga Rp20.000.
Namun, sorotan utama publik mengarah pada kolom paket layanan di sisi kanan menu. Dalam daftar tersebut, pengelola mencantumkan tiga tingkatan paket interaksi dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan menu makanan.

Paket pertama bertajuk Reguler dibanderol Rp150.000, dengan keterangan layanan “pangku dan ngobrol”. Paket berikutnya adalah Premium seharga Rp300.000, yang disertai deskripsi tambahan berupa kontak fisik lebih lanjut.

Sementara itu, paket tertinggi bertajuk Special dipatok hingga Rp750.000 dengan keterangan “pangku dan intim”, yang memicu beragam spekulasi di kalangan warganet.

Selain itu, menu juga mencantumkan opsi tambah waktu dengan tarif Rp30.000 per 30 menit, menandakan bahwa layanan tersebut memiliki durasi tertentu.

Meski berada di kawasan elit PIK 2, tampilan menu terlihat sangat sederhana, hanya berupa kertas laminasi. Dalam video yang sama, juga tampak sebuah standing banner yang menawarkan diskon 30 persen untuk “Kopi Pangku 2”, mengindikasikan kemungkinan adanya cabang lain atau promo pembukaan usaha.

Seorang perempuan yang menyambut tamu, yang dalam video dipanggil “Mami”, terlihat secara terbuka menawarkan menu tersebut kepada pengunjung tanpa upaya menutup-nutupi daftar paket layanan yang tersedia.

Komentar dalam video juga menguatkan dugaan bahwa layanan yang tercantum di menu memang dijalankan. Salah satu pria terdengar menyebut interaksi pramusaji dengan pelanggan di meja lain sebagai “jujur nempel”.

Fenomena ini kembali memunculkan perbincangan mengenai pergeseran konsep hiburan di Jakarta. Istilah “Kopi Pangku” yang sebelumnya identik dengan warung remang-remang kelas bawah, kini muncul dengan kemasan dan harga “premium” di kawasan elite.

Sebagai konteks, istilah “kopi pangku” belakangan kembali populer di awal 2026, seiring rilis film layar lebar berjudul Pangku serta serial drama Kafe Pangku, yang membuat istilah tersebut semakin dikenal di kalangan generasi muda.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola terkait batasan layanan dalam paket termahal tersebut.

Pihak berwenang juga belum memberikan pernyataan terkait dugaan praktik yang dinilai mendekati prostitusi terselubung, meski menu yang beredar telah memicu perhatian publik luas. (MK/sdf)