Menu

Mode Gelap

Medan · 26 Nov 2022 01:49 WIB

Prihatin Aksi Tawuran, Ihwan Ritoga Minta Disdik Lakukan Terobosan Pencegahan


					Prihatin Aksi Tawuran, Ihwan Ritoga Minta Disdik Lakukan Terobosan Pencegahan Perbesar

Medankinian.com, Medan – Wakil Ketua DPRD Medan H Ihwan Ritonga SE mengaku prihatin atas aksi tawuran maut antar pelajar SMA samlai berujung meninggal tepat di Hari Guru, Jumat (25/11/2022).

Ihwan Ritonga minta Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut untuk melakukan terobosan pencegahan dan melakukan revolusi mental bagi seluruh pelajar sehingga anti tawuran.

“Sering terjadi tawuran antar pelajar di Medan, Didik Sumut dan Medan harus melakukan terobosan baru menyikapi hal itu agar tidak terulang lagi,” pinta Ihwan Ritonga SE.

Ihwan yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan berharap, seluruh pihak sekolah wajib memberikan mata pelajaran ekstra pembinaan mental.

“Tentu, pembinaan itu dengan melibatkan pihak Kepolisian, tokoh agama/masyarakat dan terutama orang tua siswa,” ujar Ihwan.

Dalam situasi demikian, kata Ihwan tidak cukup pembinaan dari guru. Namun, sangat dibutuhkan peran orang tua mengawasi dan pembekalan ilmu agama kepada anaknya.

“Kolaborasi antara guru, orang tua, tokoh agama/masyarakat dan pihak Kepolisian sangat penting dalam pembinaan siswa. Sehingga dimana dan kapan pun terkat tanggungjawab bersama. Tapi itu tadi Disdik supaya menambah mata pelajaran di sekokah soal akhlak, ” sebut Ihwan.

Seperti diketahui, aksi tawuran sering terjadi di Medan dan parahnya aksi tawuran maut merenggut nyawa seorang pelajar di Jalan Kapten Sumarsono, Desa Helvetia Kecamatan Sunggal, Jumat (25/11/2022) sore.

Mirisnya, tawuran terjadi saat Hari Guru Nasional 2022. Korban tewas akibat terkena bacokan senjata tajam. Dalam kondisi berlumuran darah, pelajar tersebut meminta pertolongan ke SPBU yang berada di sana.

“Korban meninggal satu orang pakai baju seragam SMA, baju Pramuka,” kata Erwin salah seorang petugas SPBU di lokasi kejadian.

Ia menyampaikan, sebelum ditemukan terkapar tak bernyawa korban sudah dikejar-kejar sekelompok remaja.

“Dia udah dikejar-kejar, lari masuk ke dalam SPBU, terus dikejar, dibacok, memutar dia, terus dikejar. Ramai sekali yang mengejar,” ujar Erwin.

Dalam kondisi terluka berlumuran darah, korban memaksakan diri masuk ke dalam ruangan kantor SPBU. Di dalam ruangan itulah, korban jatuh dan akhirnya meninggal dunia.

“Saya lagi ngecat di SPBU, tiba-tiba ramai sekali anak remaja seperti mengamuk mengejar orang. Saya juga lari menyempatkan diri,” kata Eko salah seorang pekerja yang sedang mengecat di SPBU. (sdf/mk)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jalin Kerjasama Dengan Paper.id, Bobby Nasution Ingin Digitalisasi Permudah UMKM Medan Naik Kelas

6 Desember 2022 - 21:28 WIB

Antonius Tumanggor Begadang Pantau Proyek Cor Beton

6 Desember 2022 - 14:55 WIB

Johannes Minta Pecat Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual

6 Desember 2022 - 14:39 WIB

Dugaan Pelecehan 5 Siswi SMPN di Medan, Haris Kelana: “Proses Hukum Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual”

6 Desember 2022 - 14:29 WIB

RSUD Bachtiar Djafar Diluncurkan, Sudari: Pemko Jawab Keinginan Masyarakat Medan Utara

5 Desember 2022 - 23:08 WIB

OJK Cabut Izin PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha

5 Desember 2022 - 21:34 WIB

Trending di Medan