Menu

Mode Gelap

Medan · 22 Jul 2022 19:58 WIB

Lalai Tangani Stunting, DPRD Medan Minta Kepala Puskesmas Dievaluasi


					Lalai Tangani Stunting, DPRD Medan Minta Kepala Puskesmas Dievaluasi Perbesar

Medankinian.com, Medan – Anggota Komisi I DPRD Medan Margaret MS mengaku sangat menyayangkan kekosongan tenaga Nutrisionis ahli gizi di Puskesmas Sicanang. Akibat kekosongan itu berdampak terkendalanya penanganan 106 penderita stunting di Sicanang.

“Ini merupakan kelalaian Kepala Puskesmas (Kapus), kenapa sampai terjadi kekosongan. Sehingga terhambat pelayanan penyuluhan gizi bagi masyarakat terutama bagi penderita stunting. Kalau Kapus Sicanang tidak mampu kerja supaya dievaluasi saja,” tegas Margaret MS kepada wartawan di Medan, Jumat (22/7/2022).

Margaret MS asal politisi PDIP itu bilang, Kepala Puskesmas Sicanang harus memberikan keseriusan penanganan terhadap 106 balita penderita stunting. “Mencari bapak asuh dan bantuan berupa CSR bagi penderita stunting,” saran Margaret.

Ditambahkan Margaret, pelayanan kesehatan Puskesmas bukan hanya bagi penderita namun perlu sosialisasi penyuluhan gizi bagi masyarakat agar paham dan mengerti mengantisipasi kasus stunting,” sebutnya.

“Saya selaku wakil rakyat asal daerah pemilihan II (Sicanang) merasa terpanggil untuk tetap melakukan pengawasan guna peningkatan pelayanan kesehatan lebih bagus,” tambah Margaret.

Menurut Margaret, seluruh ASN di Pemko Medan harus ikut mencegah stunting dan sudah merupakan program utama Pemko Medan. Stunting bukan suatu penyakit namun stunting itu dampak/akibat kurang nya gizi di 1000 hari.

Untuk itu, sangat perlu dilakukan penyuluhan mulai dari tingkat warga yang pra nikah perlu disosialisasikan. Memberikan penyuluhan bahkan pendampingan bagi calon ibu yang akan melahirkan agar terpenuhi gizi.

Diberitakan sebelumnya, Program prioritas Walikota Medan Bobby Afif Nasution soal penanganan kesehatan kasus stunting di Kota Medan tampaknya belum maksimal. Seperti penanganan stunting di wilayah Puskesmas Sicanang Kecamatan Medan Belawan hingga saat ini penanganan terkesan lalai belum ada peningkatan.

Terbukti, jumlah kasus stunting terbanyak yakni 106 orang balita di wilayah Puskesmas Sicanang belum mendapat penanganan maksimal dari petugas Puskesmas. Hal itu dikarenakan minimnya pelayanan dan penyuluhan kesehatan gizi bagi masyarakat Sicanang.

Parahnya, selain kosongnya petugas Nutrisionis pelayanan gizi dan makanan di Puskesmas Sicanang, juga minimnya petugas tenaga medis (nakes) dan alat kesehatan (alkes) serta petugas Posyandu di Puskesmas tersebut. (sdf/mk)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Oktober, Subsidi Ongkos Bakal Terealisasi

27 September 2022 - 21:42 WIB

Yuki Simpang Raya Tunggak PBB Rp1 Miliar, BPPRD Kota Medan Pasang Spanduk & Stiker 

27 September 2022 - 21:36 WIB

Hasyim Dukung Penuh Kehadiran FSBPK

27 September 2022 - 21:29 WIB

Ketua DPRD Medan Minta Disdik Transparan Data Guru Honor Non ASN

27 September 2022 - 21:24 WIB

Tinjau Revitalisasi Terminal Tipe A Amplas Bersama Menhub, Bobby Nasution Harap Akhir 2022 Beroperasi

26 September 2022 - 20:32 WIB

2024 Mendatang, Jalur Layang KA Kuala Namu, Medan & Binjai Dapat Digunakan

26 September 2022 - 20:26 WIB

Trending di Medan