Menu

Mode Gelap

Medan · 16 Feb 2022 12:57 WIB

Kepsek Pungli Uang Bantuan Murid, Bobby: Kembalikan Segera!


					Kepsek Pungli Uang Bantuan Murid, Bobby: Kembalikan Segera! Perbesar

Medankinian.com, Medan- Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SD Negeri 060898 di Jalan Katamso Gang Balai Desa Kecamatan Medan Maimun, Rabu (16/2), Wali Kota Medan Bobby Nasution menemukan adanya pungutan liar (pungli) terhadap Program Indonesia Pintar (PIP).

Sebab, sejumlah orang tua siswa yang menerima PIP mengaku dimintai pihak sekolah sebesar Rp20.000 hingga Rp.50.000 berdalih uang transport.

Hal ini terungkap saat sejumlah orang tua siswa mendatangi Bobby Nasution dan mengadukan soal permintaan uang transport tersebut. Seperti yang diungkapkan salah seorang ibu, ia mengaku sangat bersyukur dengan menerima bantuan PIP tersebut. Namun ia mengeluhkan permintaan kepala sekolah sebesar Rp.20.000 hingga Rp. 50.000 berdalih uang transport.

“Kami sebenarnya tidak masalah diminta uang transport oleh kepala sekolah, Pak. Sebab, tidak mungkin ibu (kepala sekolah) itu tidak dikasih karena kami sudah mendapatkan bantuan PIP. Kami semua orang susah, Pak,” ungkap ibu tersebut.

Bahkan, imbuh ibu itu lagi, ada 29 orang siswa yang tidak mendapatkan bantuan PIP tersebut. Sebelumnya, jelasnya, orang tua siswa merasa belum ada mengambil bantuan PIP dari bank. “Begitu mau diambil, bantuan sudah tidak ada lagi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, bantuan PIP itu sudah dikembalikan kepada pemerintah pusat,” keluhnya.

Mendengar laporan orang tua siswa tersebut, Bobby Nasution langsung meminta kepada Kepala Sekolah SD Negeri 060898 untuk mengembalikan uang yang telah dipungutnya tersebut. “Paling lambat, uang itu besok sudah dikembalikan!” tegas Bobby Nasution.

Selain itu Bobby juga minta kepada Kadis Pendidikan agar mengawasi dan menelusuri pungutan tersebut. Di samping itu menindak tegas kepala sekolah yang bersangkutan setelah pengembalian uang kepada orang tua siswa yang dipungut selesai dilakukan

Bobby menjelaskan, perbankan meminta penyerahan bantuan PIP dilakukan secara kolektif melalui kepala sekolah atau petugas sekolah masing-masing. Dikatakannya, bantuan yang diberikan sebesar Rp. 450.000 per bulan.

Akan tetapi, ungkapnya, uang yang diserahkan kepada orang tua siswa hanya Rp 400.000.

“Ada juga orang tua yang merasa tidak ada menarik bantuan PIP, tapi keluar di rekening uangnya. Itu yang akan kita telusuri. Berdasarkan pengakuan beberapa orang tua siswa tadi, mereka diminta sekitar Rp 20.000 hingga Rp. 50.000. Paling lama besok, uang itu sudah harus dikembalikan. Saya juga minta kepada Kadis Pendidikan agar menindak tegas,” pungkasnya.

(Mk/sdf)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Guna Sukseskan Mutu Pendidikan di Medan, Kahiyang Ajak Dukung BIAN & Tingkatkan PAUD 

5 Agustus 2022 - 23:26 WIB

Dewan Dukung Dinas Ketapang Berikan Bantuan Rumah Jamur

5 Agustus 2022 - 23:20 WIB

Jumat Barokah, Ketua Pewarta Santuni Anak Yatim dan Anak-anak

5 Agustus 2022 - 16:24 WIB

Hadiri Peringatan HAN Tahun 2022, Kombes Valentino: Polrestabes Medan Sangat Peduli Terhadap Perlindungan Anak

5 Agustus 2022 - 16:01 WIB

Puluhan Guru Honor Tergusur Guru P3K, FGTT Ngadu ke Dewan

5 Agustus 2022 - 12:59 WIB

Wadah Anak Muda Salurkan Kreativitas Masih Minim di Medan

5 Agustus 2022 - 12:54 WIB

Trending di Medan