Menu

Mode Gelap

Olahraga · 21 Nov 2021 09:51 WIB

Bang Ole, Itu Strategi Apa?


					Bang Ole, Itu Strategi Apa? Perbesar

Gemes juga. Akhirnya terpaksa bikin artikel untuk berbincang dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Kalaupun dia baca dia gak bakal ngerti. Kecuali dia pakai Google translate.

Oleh: Syaifullah Defaza

Musim lalu, aku amati permainan Manchester United. Tidak cukup solid. Hasilnya finish runner up di liga. Rasa-rasanya kok kurang daya gedor. Kolektor gol justru datang dari lini ke dua. Bruno Fernandez yang bersinar.

Sejak musim lalu pola satu striker yang diusung Ole kurang maksimal. Sosok Doktor Marcus Rashford bermain keren juga. Tapi kurang jam terbang. Ada target man satu lagi tapi sudah mulai uzur: Edinson Cavani. Dia jarang dapat jatah main. Alhasil sayang sekali, padahal masih punya energi yang dibutuhkan Setan Merah.

Dalam 20 tahun terakhir, MU punya sejarah duet striker. Di 90an akhir kita pernah dengar duet mengerikan Dwight Yorke dan Andy Cole.

Agak kekinian, MU pernah jaya berkat duet Ronaldo-Rooney. Ketika MU putuskan pakai target man tunggal, waktu itu Sir Alex pernah sukses besar dan permainannya menghibur ketika datangkan Robin van Persie.

Musim ini, Ole masih suka pakai satu striker. Target man diserahkan kepada Cristiano Ronaldo ketika datang di detik-detik terakhir penutupan bursa transfer. MU bahkan sudah jalani beberapa laga. Di awal-awal menyakinkan dengan membantai Newcastle.

Ketika CR7 datang strategi yang dibikin Ole mulai oleng. Atau setidaknya mudah dibaca tim lain. Bahkan tim gurem sekalipun. Betapa mudahnya mereka membaca bahkan mendikte permainan MU. Sungguh menyedihkan. Bagi seorang pelatih, jika strategimu terbaca dan dipermainkan, maka itu adalah aib.

Sedihnya, plan B dari strategi yang telah terbaca pun terbaca lagi. Maka tak heran dalam kondisi tertekan banyak pihak kecewa dengan Ole. Dia lebih sering duduk di bench ketimbang mencak-mencak di pinggir lapangan. Seolah pasrah jika strategi bin taktik tak jalan.

Sejak kedatangan CR7 aku selalu tonton pertandingan MU. Dengan suka rela sampai langganan streaming legal. Supaya tiap laga bisa disaksikan.

Nyatanya strategi yang digunakan Ole dengan kehadiran Ronaldo gagal total. MU berubah jadi tim gurem alias tim kecil kasat mata. Semua boleh membantai MU. Bahkan di Old Trafford sekalipun. Masih luka hati fans MU ketika melihat klub juara Liga Champions tiga kali itu diluluhlantakkan Liverpool 0-5. Disiksa lagi oleh seteru sekota Manchester City.

Yang sangat menyesakkan dada fans MU adalah kekalahan tadi malam (20/11/2021) melawan tim nyaris degradasi Watford. Bukan kalah tipis yang bisa dianalogikan sebagai nasib sial, eh ini kalahnya 4-1 guys!

Usai laga bahkan David De Gea sampai malu. Bicara kepada pers kiper nomor satu Spanyol itu bilang permainan MU sangat memalukan.

Ole mestinya mencoba main dengan formasi 4-4-2. Kalau mau tetap pakai formasi 4-2-3-1 hendaknya jangan posisikan Ronaldo sebagai targetman. Coba Rashford atau Cavani di posisi itu sembari menarik Ronaldo sedikit ke belakang.

Ronaldo banyak opsi rekan di lini ke dua yang sedikit melebar ke kanan atau ke kiri. Jadon Sancho tak banyak dapat kesempatan sedari dibeli. Pemain tipikal Sancho sebenarnya sudah ada di diri Jesse Lingard.

Masalah lain adalah distribusi bola dari gelandang bertahan. Aneh, untuk urusan ini Ole terlalu percaya dengan Fred, anak muda asal Brasil. Memang Fred ngotot, tapi tak cukup besar untuk merebut bola dan menyalurkannya ke depan. Buka main fisik body shaming, tapi sungguh Liga Inggris itu 90 menit full fisik.

Ada sosok yang kecil juga sih fisiknya tapi dia punya visi yang lebih baik dalam menyerang setelah sukses merebut bola dari posisi jangkar. Dia meneer Belanda Donny van de Beck. Tapi jarang pula diberi kesempatan. Melawan Watford Van De Beck membuktikan dia layak jadi opsi utama.

Masalah besar juga ada di lini pertahanan. I am sorry to say, Harry Maguire tak layak jadi kapten MU. Kelakuannya dalam dan luar lapangan sungguh memilukan.

Tujuh laga terakhir MU dengan catatan lima kekalahan satu imbang dan hanya satu menang, ada peran buruknya performa Maguire. Sepele kalau kata anak Medan. Terlalu remeh menjaga pertahanan. Sering asal kasih bola ke kawan di belakang. Alhasil bola dicuri lawan. Gol, De Gea pun murka. Sering dia teriak-teriak ke Maguire. Mentang-mentang kapten bisa suka-suka gitu?

Datangnya Varane sungguh jadi penambal lubang di belakang. Tapi entah kenapa eks Real Madrid itu sering cedera. Duet Maguire-Lindelof sungguh musibah. MU mudah sekali dibantai.

So, efek laga memilukan menyedihkan mengenaskan lawan Watford kabarnya mengakhiri karir bobrok Ole di MU. Pakar transfer sepak bola Eropa Fabrizio Romano nyerocos di Twitter: Ole Out setelah manajemen MU rapat darurat selama lima jam.

Kata Romano MU saat ini masih susun pesangon yang akan diberikan kepada Ole. Klub juga tak ingin ada bahasa pemecatan. Mereka ingin mendepak Ole dengan kesepakatan bersama. Itulah yang sedang terjadi saat ini. Tapi tak tahu dalam beberapa jam ke depan. Kalau Ole dengan bahasa dipecat dan enyah dari MU, manajemen harus bayar sekitar Rp147 miliar sesuai dengan klausul kontrak.

Oke baiklah, memang #OleOut memang sudah keniscayaan. Namun tak cukup di situ. Kelak pelatih MU harus bisa menangani Maguire dengan cermat. Boleh saja eks Leicester City itu diparkir. Copot ban kapten dari lengannya.

Dan mulailah dengan menduetkan Varane-Baily. Maka De Gea pun bisa sedikit santuy di bawah mistarnya.

 

(*)

 

Syaifullah Defaza adalah Direktur Medankinian.com. Juga tercatat sebagai Sekretaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Medan. Pernah lama mengasuh rubrik olahraga dengan jabatan terakhir sebagai Asisten Redaktur Pelaksana di Koran Sumut Pos. 

Artikel ini telah dibaca 181 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Liga 2 Tetap Dihentikan, Ini Sikap PSMS Medan

25 Januari 2023 - 07:56 WIB

Perwakilan Klub Jumpai Menpora Soal Liga 2, Ini Kata PSMS Medan

17 Januari 2023 - 18:08 WIB

Firli Sahputra Binaan PASI Sumut Bakal TC ke Australia, David Luther Lubis: Sejarah Masuk Tiga Besar

14 Januari 2023 - 11:42 WIB

Terancam Tak Bisa Kembali Ikuti Kongres PSSI, Ini Langkah PSMS Medan

14 Januari 2023 - 06:41 WIB

Liga 2 Dihentikan, PSMS Putuskan Bubarkan Tim dan Upaya Langkah Hukum

14 Januari 2023 - 06:05 WIB

Liga 2 Resmi Dihentikan, Begini Sikap PSMS Medan

12 Januari 2023 - 23:45 WIB

Trending di Olahraga