Menu

Mode Gelap

Medan · 29 Apr 2021 21:21 WIB

Sejarawan Dukung Program Revitalisasi Kesawan oleh Bobby Nasution


					Gedung Warrenhuis akan direvitalisasi. | Foto: syaifullah defaza/medankinian Perbesar

Gedung Warrenhuis akan direvitalisasi. | Foto: syaifullah defaza/medankinian

Medankinian.com, Medan- Langkah wali kota Medan Bobby Nasution gerak cepat memulai penataan kota dari revitalisasi kawasan bersejarah di Kesawan menuai apresiasi.

Seperti diketahui, Bobby Nasution memang berencana merevitalisasi atau memugar sejumlah bangunan bersejarah. Gedung Warrenhuis salah satu yang akan mendapatkan perhatian setelah lama terbengkalai.

Dimulai dari Warrenhuis, beberapa landmark bersejarah di Kota Medan seperti Masjid Raya, Kolam Sri Deli hingga Tjong A Fie Mansion pun akan mendapatkan sentuhan pelestarian.

“Penataan kota tua, atau kawasan bersejarah di Medan akan segera dilakukan. Kami sudah jajaki kerjasama ke berbagai pihak, termasuk dengan kementerian,” kata Bobby beberapa waktu lalu.

Melihat kesungguhan itu, Dr. Phil Ichwan Azhari selaku Ketua Pusat Studi Humaniora Unimed pun mendukung dan memberi beberapa masukan untuk Pemko Medan.

“Saya menyambut baik dan gembira rencana Wali kota Medan membenahi dan menyelamatkan kawasan Kesawan sebagai kawasan heritage,” kata Phil Ichwan Azhari.

Karena banyak bangunan bersejarah yang selama ini tak diurus, Ichwan Azharai juga meminta agar Pemko memberi bantuan perawatan.

“Kawasan ini sudah sangat lama di masa lalu diterlantarkan dan dibiarkan rusak serta salah urus oleh Pemko Medan sebagai warisan sejarah kota yang penting. Untuk itu pembenahannya harus memperhatikan apa yang selama ini diabaikan Pemko, misalnya pemberian bantuan perawatan bangunan bangunan tua yang tidak terawat di kawasan itu,” paparnya.

Kata Ichwan, Penataan bangunan bersejarah dengan berpegang pada undang undang cagar budaya harus menjadi prioritas. Bangunan yang rusak dan terlantar diambil alih atau dikelola oleh pemerintah, dirawat, difungsikan.

Misalnya sebagai galeri sejarah atau museum, galeri seni, Cafe tempat berbagai komunitas kota berkumpul sebagai ruang ruang ekspresi. Semuanya dilakukan dengan latar bangunan heritage yang ada.

Lalu bangunan yang rusak dan kumuh diberi bantuan untuk direnovasi dan dicat atau dibuat mural dengan melibatkan seniman kota Medan.

Sebelumnya di jalan Perdana ada mural seni tiga dimensi “Becak Medan” karya pelukis dunia yang diabaikan, terlantar begitu saja.

“Alangkah baiknya kalau itu dijadikan rujukan, dipromokan dan dibuat lainnya yang menggambarkan berbagai Ikon kota Medan,” kata Ichwan.

Soal Warrenhuis, pihak Ichwan Azhari sudah sejak 10 tahun mengusulkan agar dijadikan museum sejarah Kota Medan.

“Medan termasuk kota yang buruk karena tidak memiliki museum Kota. Sejarah panjang kota ini harusnya tergambarkan di museum itu. Jika museum bisa dibuat di salah satu kawasan heritage itu, maka kawasan ini menjadi destinasi untuk melihat sejarah peradaban kota,” kata Ichwan.

Kata Ichwan, harap diingat bangunan di situ bukan hanya bangunan kolonial. Ada bangunan situs sejarah penting di ujung jalan Hindu, situs Sekolah dan Mahtab 1930 yang masih berdiri, yakni sekolah Al Washliyah. Bangunannya satu kompleks dengan mesjid Gang Bengkok.

“Jika jalan ke situ ditata dengan baik masuk jalan hindu ujung tembus ke mesjid Gang Bengkok itu jadi destinasi wisata religi yang mengesankan. Lantas gedung Maktab itu dijadikan Museum Al Washliyah,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial Unimed itu.

Sehingga disamping Museum Tjong A Fie ada perimbangan untuk museum keagamaan. Selanjutnya bisa dibuat galeri seni /sejarah Melayu Deli, India/Sigh, Arab, Jawa dan lainnya berbagai komunitas yang pernah berkontribusi dalam sejarah peradaban kota Medan.

Banyak hal lain yang bisa dikembangkan berbasis heritage bangunan bersejarah dan aktifitas lama Kota Medan. Jika ini dibenahi, Jadi prioritas utama maka pengunjung yang ingin melihat sejarah kota akan datang dan banyak objek yang ingin dilihat.

“Jika Walkot baru bisa melakukannya maka itulah salah satu cara cerdas mengelola kawasan heritage kota Medan yang memiliki sejarah gemilang sebagai Paris van Sumatera,” pungkas Ichwan Azhari.

(MK/sdf)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

HIMMAH MEDAN Apresiasi Pembangunan Infrastruktur Jalan Dan Drainase Di Era Kepemimpinan Bobby Nasution

29 November 2022 - 18:52 WIB

OJK Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit

28 November 2022 - 21:16 WIB

Dewan Sesalkan Pendirian Mall Centre Point tak Miliki SIMB

28 November 2022 - 21:12 WIB

Program Prioritas Kesehatan Bobby Nasution, Mulai 1 Desember, Warga Medan Cukup Gunakan KTP untuk Berobat

28 November 2022 - 17:31 WIB

FPKS Minta Jaminan Kesejahteraan Atlit Jadi Perhatian

28 November 2022 - 15:15 WIB

Tawuran Siswa Berujung Maut, Rendy Minta Ini Jadi Catatan Dunia Pendidikan Sumut

28 November 2022 - 15:11 WIB

Trending di Medan