Dubes Malaysia Puji Bobby Nasution: Tak Ada Asap Karhutla Sumut ke Malaysia
Medankinian.com, Medan- Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Tuan Yang Terutama (YTY) Dato’ Muzafar Shah Mustafa, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution karena tahun ini tidak ada asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Sumut yang sampai ke Malaysia.
Ia menilai kondisi tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah provinsi dalam mengendalikan kebakaran.
“Saya mengucapkan terima kasih karena pada tahun ini tidak ada asap dari Sumut yang sampai ke Malaysia. Saya rasa dan saya berpendapat ini juga atas usaha Pemerintah Provinsi Sumut atas kebijakan dalam mengawal kebakaran-kebakaran yang terus berlaku,” kata Muzafar saat bertemu Bobby di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Medan, Sabtu (10/10/2026).
Muzafar mengungkapkan, kunjungan ke Sumut menjadi lawatan pertamanya ke provinsi-provinsi di Indonesia sejak memulai tugas sebagai Duta Besar Malaysia sekitar dua bulan lalu. Kunjungan tersebut sekaligus untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan penghargaan atas hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Malaysia dan Indonesia.
Menurutnya, Sumut merupakan salah satu pintu masuk penting bagi Malaysia, terutama dalam perdagangan, pariwisata, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.
Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia–Malaysia tercatat hampir US$26 miliar. Dari jumlah tersebut, perdagangan dengan Sumut disebut mencapai sekitar US$1,5 miliar.
“Medan dan Sumut merupakan salah satu pintu masuk yang amat penting bagi Malaysia. Karena kita melihat berbagai aspek, sama ada hubungan antara rakyat kedua negara dan juga daerah,” ujarnya.
Muzafar menilai kedekatan geografis Sumut dengan Malaysia menjadi peluang untuk memperluas kerja sama, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Waktu tempuh penerbangan yang sekitar satu jam dinilainya membuka ruang bagi peningkatan hubungan perdagangan dan pariwisata.
Malaysia Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla
Selain menyampaikan apresiasi terkait penanganan karhutla di Sumut, Muzafar mengatakan Malaysia telah menawarkan bantuan untuk penanganan kebakaran hutan.
Saat ini, pihaknya masih mengoordinasikan kemungkinan pasokan bantuan agar dapat mendukung upaya penanggulangan kebakaran, terutama di Pulau Kalimantan.
“Kami juga sudah menawarkan sedikit bantuan untuk kebakaran-kebakaran yang berlaku dalam menangani kebakaran hutan. Dalam fase kini kita masih mengoordinasi bagaimana pasokan bantuan dari Malaysia boleh juga turut serta dalam usaha-usaha dan kebijakan dalam usaha menangani kebakaran terutama di Pulau Kalimantan,” katanya.
Bobby menyambut baik hubungan kerja sama tersebut. Ia mengatakan posisi Sumut yang berdekatan dengan Malaysia perlu dimanfaatkan untuk menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat kedua wilayah.
“Alhamdulillah kami tidak ada bagian yang mengirimkan asap ke Malaysia. Di Sumut tidak ada kebakaran hutan dan lahan. Walaupun tahun sebelumnya memang ada, namun kapasitasnya tidak terlalu besar sampai bisa mengirim paket ke Malaysia. Alhamdulillah tahun ini tidak ada asap yang kami kirim ke Malaysia,” ujar Bobby.
Bobby Dorong Jalur Laut untuk Ekspor UMKM
Dalam pertemuan itu, Bobby juga mendorong penguatan perdagangan lintas negara dengan membuka jalur distribusi yang lebih efisien bagi produk UMKM Sumut.
Ia mengusulkan pengiriman barang dalam kuantitas lebih kecil, tetapi dengan frekuensi lebih sering, sehingga pelaku usaha tidak harus menunggu stok terkumpul dalam jumlah besar sebelum mengirimkan produk ke Malaysia.
Menurut Bobby, Pemprov Sumut siap memberikan subsidi untuk transportasi laut lintas negara guna membantu menekan biaya pengiriman produk UMKM. Usulan ini diharapkan mempercepat perputaran modal dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
“Promosi yang kami utamakan adalah jalur distribusinya harus bisa dipersingkat, dipersering, dan efisien,” kata Bobby.
Ia menambahkan, pembukaan jalur laut antara Sumut dan Malaysia perlu diperkuat bersama agar kedekatan geografis kedua wilayah dapat menjadi keunggulan dalam perdagangan.
Sumut Siapkan Peluang Kerja Sama Semikonduktor
Selain UMKM, Bobby mengungkapkan Pemprov Sumut tengah menjajaki kerja sama di bidang semikonduktor dengan Penang, Malaysia. Pemerintah provinsi, katanya, telah menyiapkan lahan serta memastikan ketersediaan listrik, air, dan utilitas pendukung untuk membuka peluang kolaborasi dengan pengelola kawasan industri di Penang.
Bobby menyebut usulan kerja sama tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat. Namun, pembahasan antardaerah perlu lebih dahulu memastikan bentuk dan kepastian kerja sama sebelum proses selanjutnya berjalan.
Hubungan Sumut dan Malaysia juga memiliki peluang dalam pendidikan, pariwisata medis, serta kunjungan wisata. Muzafar menyebut banyak warga Indonesia datang ke Malaysia untuk berwisata dan mendapatkan layanan kesehatan. Sebaliknya, Malaysia juga memiliki kepentingan dalam pendidikan di Sumut, khususnya bidang kedokteran.
Bobby mengatakan Pemprov Sumut juga menyiapkan penguatan sistem keamanan di sejumlah kawasan wisata, termasuk Karo, Danau Toba, dan Langkat, untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan, termasuk dari Malaysia.
Muzafar turut mengapresiasi kerja sama terkait isu nelayan dan berharap komunikasi kedua pihak terus berjalan baik. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah peluang kerja sama lain juga dibahas, termasuk peternakan kambing dan domba.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Sumut dan Malaysia, dengan isu lingkungan, perdagangan, pengembangan UMKM, industri, pendidikan, dan pariwisata sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan bersama. (MK/Sdf)