Medankinian.com, Medan– Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkapkan jika dirinya tetap kader Partai Gerindra di tengah keputusan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sikap itu sejalan dengan pernyataan Bobby sebelumnya bahwa Gerindra merupakan partai yang menerimanya setelah ia dipecat dari partai sebelumnya.
Saat ditanya apakah akan mengikuti langkah Jokowi bergabung dengan PSI, Bobby menjawab singkat, tetapi tegas.
“Saya kader Gerindra,” kata Bobby di Medan, Jumat (9/10/2026).
Penegasan tersebut bukan kali pertama disampaikan Bobby. Saat membuka Diklat Laskar Gerindra di Sibolangit beberapa waktu lalu, ia juga menegaskan posisinya di Gerindra dengan mengingat partai tersebut sebagai pihak yang menerimanya setelah pemecatan dari partai sebelumnya.
Gerindra juga sebagai rumah yang tepat. Dia tidak akan berpindah ke partai lain lagi.
Pernyataan itu kembali mengemuka ketika Bobby ditanya soal kemungkinan Jokowi meminta dirinya mendukung pemenangan PSI pada pemilu mendatang.
Bobby menyebut permintaan dukungan politik tidak hanya datang dari PSI.
Partai-partai yang mendukung Prabowo-Gibran maupun pasangan Bobby-Surya pada Pilkada 2024 juga meminta dukungan dan penguatan.
“Bukan cuma PSI ya, hari ini yang minta dukungan, penguatan, seluruh partai pendukung, baik pendukung Prabowo-Gibran dan pendukung Bobby-Surya,” ujarnya.
Bobby menilai permintaan dukungan tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, status sebagai kader Gerindra tidak berarti hubungan dengan partai-partai yang pernah mendukungnya harus berakhir.
“Jadi wajar dong walaupun saya kader Gerindra, bukan berarti partai pendukung dan pengusung kemarin, tiba-tiba putus hubungan, tidak,” tuturnya.
Pernyataan Bobby mempertegas posisinya tetap di Gerindra, sekaligus menunjukkan bahwa hubungan politik dengan partai-partai pendukung sebelumnya tetap terbuka. (MK/Sdf)