Siapa Yang Gembosi Hubungan NasDem-Bobby? 

Medankinian.com, Medan- Hubungan harmonis antara Partai NasDem dengan Gubsu Bobby Nasution kini jadi perbincangan. Publik mencurigai ada segelintir oknum yang mau merusak hubungan tersebut.

Partai NasDem jadi sorotan tajam gegara ulah oknum kadernya di pimpinan DPRD Sumut, Ricky Anthony. Tanpa dasar yang jelas, Ricky menuduh Bobby arogan karena walkout di Rapat Paripurna, Selasa 21 Juli lalu.

“Pernyataan Ricky Anthony yang menyebut Gubsu arogan, itu tidak berdasar. Padahal tatib paripurna sudah dijalankan. Harusnya Pimpinan DPRD Sumut yang mengendalikan. Bukan lempar bola menuduh orang lain arogan. Ini membuat kita berasumsi macam-macam,” kata Pengamat Politik USU, Fredyk Boven Ekayanta S.I.P M.I.P, Selasa (28/7/2026).

Dosen FISIP USU itu menyadari hubungan antara NasDem dengan Bobby sangat harmonis. Bahkan Bobby kerap menegaskan bahwa Ketum NasDem Surya Paloh sebagai guru politiknya.

Dengan adanya pernyataan Ricky Anthony yang menyudutkan itu, Fredyk mencurigai ada persoalan di internal NasDem Provinsi Sumut yang ingin menciderai hubungan harmonis tersebut.

“Dari pola-polanya bisa kita interpretasikan ada kemungkinan mengarah ke sana (menciderai hubungan NasDem-BN). Apakah itu soal elektoral, atau bisa saja karena persoalan bisnis yang terganggu karena gencarnya Gubernur menegakkan aturan atau sebagainya. Atau seperti abang bilang tadi ada mungkin dendam pribadi oknum di NasDem sendiri. Dan ini banyak terjadi juga di daerah lain,” urai Fredyk.

“Jika persoalan pribadi itu dibawa ke sikap partai lalu kemudian menuduh pribadi seseorang dengan narasi negatif, saya khawatir nanti NasDem akan dianggap sedang memainkan politik kotor dengan menyerang Bobby Nasution,” tambah Fredyk.

Pengamat Politik USU lainnya, Agus Suriyadi, menyayangkan narasi negatif yang dilontarkan Ricky Anthony kepada Bobby. Menurutnya, statement itu kontraproduktif dengan semangat kesejahteraan masyarakat yang gencar ingin diwujudkan Pemda.

“Pemda ini kan eksekutif dan legislatif. Maka saya menilai itu kontraproduktif ya. Ini bukan hanya soal NasDem saja,” kata Agus Suriyadi.

Agus mengakui pernyataan Ricky Anthony itu membuat publik berasumsi liar.

“Karena sepengetahuan kita hubungan NasDem dengan Gubernur itu harmonis ya. Kalau begini, ya asumsinya kan jadi liar. Ya seperti itu tadi ada yang bilang NasDem sedang menyerang Gubernur, padahal ini kan oknum ya. Jadinya gara-gara nila setitik rusak susuk sebelanga,” kata Agus Suriyadi.

Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Anthony menuduh Gubernur Bobby arogan karena walkout pada Rapat Paripurna Selasa 21 Juli 2026.

“Itu hak politik Gubernur karena yang diinterupsi juga bukan hal yang substantif karena menyangkut kuorum atau tidak. Kalau dikatakan arogan, itu kurang tepat,” tukas Agus.

Terpisah, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Dr Fakhrur Rozi menilai statemen Ricky Anthony dapat dipandang sebagai representasi sikap politik masing-masing partai dan sesuai arahan pimpinan partai masing masing.

“Secara umum, diarahkan atau tidak, pernyataan setiap anggota DPRD itu ya sikap pimpinan partai politiknya,” kata Fakhrur Rozi.

Namun dia menilai keputusan Gubsu meninggalkan ruang sidang juga dapat dipahami sebagai upaya gubernur untuk tetap menghormati lembaga legislatif yang memiliki dinamika politik tinggi.

“Respons yang muncul setelah itu, baik yang mendukung maupun yang mengkritik, merupakan hal yang wajar dalam politik. Di DPRD ada banyak partai politik dengan pandangan yang berbeda-beda, sehingga reaksi yang muncul juga beragam,” ujarnya. (MK/Sdf)