Durian ‘Raja Buah’ dari Pulau Pinang Malaysia dipromosikan semakin gencar di PRSU ke-50

Medankinian.com, Medan- Paviliun Pulau Pinang, Malaysia saat ini tidak hanya semakin gencar dan penuh semangat untuk mempromosikan sejumlah produk makanan legenda, serta cukup terkenal dari negeri itu, yakni Nasi Kandar, Roti Benggali, Nasi Lemak, Nasi Daun Pisang, Pasembur dan Roti Canai.
Selain itu juga turut dipamerkan buah Durian yang disebut sebagai ‘Raja Buah’ dari Pulau Pinang yang menggebu-gebu dipamerkan pada Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke- 50 tahun 2026.

“Legenda durian dikenal ‘Raja Buah’ dari Pulau Pinang, karena hidangan durian yang luar biasa lezat dan memiliki keunikan bagi warga,” kata Pejabat Setia Usaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Safi Hakemi bin Azhar, kepada wartawan di lokasi PRSU Medan, Kamis (23/7/2026).

Pejabat Setia Usaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, memperkenalkan buah durian itu bukan bentuk fisik, melainkan hanya melalui brosur kepada pengunjung di PRSU, namun kelihatannya banyak warga Sumut yang tertarik dan akan pergi melancong ke negara tetangga tersebut, untuk sekadar merasakan lezatnya buah durian.

Menurut Safi Hakemi, walaupun menjadi kegemaran orang Asia Tenggara selama berabad-abad lamanya, durian kekal salah satu buah yang paling memikat dan merasakan ingin tahu karena rasa dan baunya yang menarik.

Durian ‘Raja Buah’ dikenali karena ukuran dan duri buah tersebut. Perkataan ‘durian’ berasal dari bahasa Melayu ‘duri’ yang secara literalnya bermaksud ‘duri’

Buah ini digelar ‘Raja Buah’ karena berbagai sebab, salah satu diantaranya adalah lingkaran duri yang jelas mengelilingi tangkai buah, yang menyerupai mahkota. Gelaran tersebut disebabkan raja rimba, yaitu harimau juga menyukai durian.

“Walaupun jarang ditemui, penanam durian di Sumatera masih melihat harimau berkeliaran di dusun durian semasa musim mengutip hasil tanaman,” ujarnya.

Safi Hakemi juga menjelaskan, bahwa 10 fakta menarik tentang durian, anda mungkin tidak pernah mendengar sebelum ini, yakni buah ini mengandung lemak tak tepu yang membantu untuk mengatasi tahap kolesterol jahat, di Malaysia, isi durian sering digunakan dalam sup, sos, dan kari tradisional, durian meningkatkan tahap serotonim dalam otak, dan mewujudkan perasaan eforia.

Ia menambahkan, bahwa manfaat yang diperoleh saat makan durian yang mengejutkan anda, adalah kandungan air 64.99 g = 1 1/2 cawan air, tenaga 147 kcal = 2 1/2 biji oren, karbohidrat 27.09 g = 3 1/2 irisan buah lembikai, protein 1.47 g = 1 cawan bawang yang dicincang, jumlah lemak 5.33 g = 1 paha ayam ukuran sederhana, serat diet 3.8 g = 1 cawan pisang yang diiris, vitamnin A 441U = 14 biji jambu batu, vitamin B-6 0.316 mg = 3 telur besar dan vitamin C 19.7 mg = 3 biji buah kiwi.

Kemudian, di Malaysia Barat, Pulau Pinang merupakan salah satu wilayah tertua yang membangun ladang durian, sejak awal tahun 1950, Pulau Pinang mempunyai cuaca terik yang sesuai untuk menanam durian.

“Terdapat lebih dari 100.000 hektare dusun durian di Malaysia.Di Malaysia, musim durian adalah antara bulan Mei hingga September, dan Pulau Pinang, puncak musim durian adalah dari bulan Juni hinga Juli,” katanya.

Sebelum nya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendukung keikutsertaan Pulau Pinang, Malaysia di Pekan Raya Sumut (PRSU) ke-50 tahun 2026, dan sekaligus mempererat hubungan kerja sama yang telah lama terjalin.

Hal tersebut dikatakan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, saat meninjau Paviliun Pulau Pinang, Malaysia, di arena PRSU Medan, Senin malam (20/7).

Dalam kunjungan itu, Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap disambut Timbalan Setiausaha Kerajaan Negeri Pulau Pinang, Tuan Muhammad Ghopran bin Yeop Hamzah.

Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan PRSU 2026, Pulau Pinang mempromosikan sektor pelancongan (pariwisata), layanan kesehatan, serta berbagai produk usaha lokal seb agai upaya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat Sumut.

Paviliun Pulau Pinang menghadirkan beragam kuliner khas yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Malaysia, khususnya Pulau Pinang yang dikenal sebagai titik pertemuan berbagai etnis dan pedagang dari berbagai negara. Pengunjung dapat mengenal sekaligus mencicipi aneka hidangan, seperti nasi kandar, nasi udang, mi Jawa, roti Benggali, char kuey teow, oh chien, pasembor, kerabu bihun, mi soto, hingga roti canai.

Selain kuliner, paviliun tersebut juga menampilkan berbagai produk unggulan usaha lokal, mulai dari oleh-oleh khas, minuman tradisional seperti mocha drink, herbal tradisional, hingga produk perlindungan tanaman yang ramah lingkungan.

Sulaiman Harahap juga meninjau berbagai produk unggulan, potensi investasi, promosi pariwisata, layanan kesehatan, serta kekayaan budaya yang dipamerkan di Paviliun Pulau Pinang. Pada kesempatan itu, ia berdialog dengan perwakilan Pemerintah Negeri Pulau Pinang mengenai berbagai peluang pengembangan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua wilayah.

“Partisipasi Pulau Pinang di PRSU diharapkan semakin memperkuat hubungan yang telah terbangun, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, pariwisata, pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan,” ujar Sulaiman Harahap.

Usai meninjau seluruh stan, Sulaiman Harahap beserta rombongan menikmati hidangan tradisional khas Malaysia serta menyaksikan secara langsung atraksi pembuatan roti canai. (MK/Sdf)