Di Depan 1000 ASN, BPSDM Sumut Ungkap Bahaya Vape

Medankinian.com, Medan – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau BPSDM Provinsi Sumatera Utara menggelar Webinar Sesi V Tahun 2026 bertema “Vape dan Masa Depan Generasi Emas: Memperkuat Fondasi Kebijakan Larangan Rokok Elektrik di Sumatera Utara”, Kamis (23/4/2026).

Webinar tematik ini diikuti 1.000 ASN melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube BPSDM Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan dibuka Sri Sulastri, SSos, ME, sebagai pemandu acara, dilanjutkan laporan Kepala BPSDM Sumut Dr. Agustinus, S.SiT, MT, keynote speaker oleh Sulaiman Harahap, SH, MSP, selaku Pj Sekretaris Daerah Provsu serta pemaparan Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.IK, SH, MH.

Dalam laporannya, Agustinus mengatakan webinar ini digelar untuk meningkatkan literasi ASN terhadap isu strategis kesehatan masyarakat, khususnya bahaya rokok elektrik.

“ASN harus menjadi garda terdepan dalam menjaga pola hidup sehat dan menjauhi penggunaan rokok elektrik yang dapat mengancam produktivitas,” kata Agustinus.

Ia menyebut vape bukan alternatif aman dari rokok konvensional. Menurut dia, edukasi kepada ASN menjadi langkah awal sebelum penguatan kebijakan larangan rokok elektrik di Sumatera Utara.

Sulaiman Harahap dalam keynote speech-nya menegaskan ASN harus menjadi teladan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah di bidang kesehatan.

“Integritas ASN tidak hanya diukur dari kinerja teknis, tetapi juga dari komitmennya mematuhi aturan disiplin dan menjadi contoh positif bagi masyarakat,” ujar Sulaiman.

Sementara itu, Brigjen Pol. Tatar Nugroho memaparkan vape mengandung risiko serius bagi kesehatan. Dalam materinya, rokok elektronik disebut dapat mengandung nikotin, bahan kimia berbahaya, serta zat yang berpotensi menimbulkan adiksi.

“Vape bukan sekadar tren gaya hidup. Ini ancaman modern yang dapat merusak fondasi kesehatan generasi muda,” kata Tatar.

BNNP Sumut juga menyoroti potensi vape sebagai pintu masuk penyalahgunaan zat berbahaya. Dalam materi webinar, disebutkan adanya temuan sampel vape yang mengandung etomidate, synthetic cannabinoid, hingga sabu.

Setelah pemaparan narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi berupa tanya jawab dari peserta webinar. Sesi ini dipandu secara apik oleh moderator Dr. Aryanto Tinambunan, MSi, yang mengarahkan pertanyaan peserta agar pembahasan berjalan fokus, interaktif, dan relevan dengan tema kegiatan.

BPSDM Sumut berharap webinar ini memperkuat kesiapan birokrasi dalam mendukung kebijakan kesehatan, sekaligus membangun ASN yang sehat, profesional, dan sadar hukum menuju Generasi Emas 2045 yang sejalan dengan program unggulan Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution. (MK/Sdf)