Medankinian.com, Medan – Sebuah foto memperlihatkan seorang prajurit Israel memukul patung Yesus menggunakan godam di Lebanon Selatan memicu kecaman luas di jagad maya.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengaku terkejut dan sedih atas apa yang terjadi.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, langsung merespon.
“Kami meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristen yang perasaannya terluka,” ujarnya.
Warga setempat mengatakan patung itu berada pada sebuah salib di luar rumah sebuah keluarga di pinggiran Debel, salah satu dari sedikit desa yang penduduknya masih bertahan selama Israel memerangi Hizbullah.
Kepala jemaat Debel, Pastor Fadi Flaifel, mengatakan kepada BBC jika dirinya menolak aksi tentara Israel. “Kami sepenuhnya menolak penodaan terhadap salib, simbol suci kami, dan semua simbol keagamaan,” katanya.
“Ini bertentangan dengan deklarasi hak asasi manusia, dan tidak mencerminkan peradaban,” sambung Pastor Fadi Flaifel.
Dia mengklaim tindakan serupa pernah terjadi sebelumnya.
Militer Israel mengonfirmasi bahwa gambar yang beredar di media sosial itu asli, dan mengatakan pihaknya memandang insiden tersebut “dengan sangat serius dan menekankan bahwa perilaku prajurit tersebut sepenuhnya tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diharapkan dari pasukannya”.
“Langkah-langkah yang tepat” akan diambil terhadap pihak-pihak yang terlibat, tambah militer Israel (IDF), seraya mengatakan mereka bekerja sama dengan komunitas Kristen untuk “mengembalikan patung tersebut ke tempatnya”.
Ribuan tentara Israel terus menduduki wilayah di Lebanon selatan setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada Jumat (17/4/2026).
Gencatan senjata itu menghentikan enam pekan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah. Kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.
Kabar tentang serangan terhadap patung Yesus di Lebanon mendorong Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabeeyang merupakan seorang pendeta Kristen Protestanmenulis di X bahwa “konsekuensi yang cepat, berat, dan terbuka diperlukan”.
Para komentator sayap kanan di AS dengan cepat mengecam foto prajurit Israel dan patung Yesus tersebut.
“Mengerikan,” tulis Matt Gaetz, mantan penasihat Presiden Donald Trump dan mantan anggota Kongres, ketika ia mengunggah ulang foto itu.
Mantan anggota Kongres AS, Marjorie Taylor Greene, juga membagikan foto tersebut dan menulis: “‘Sekutu terbesar kami’ yang setiap tahun menerima miliaran dolar pajak dan senjata kami.”
Komentar-komentar itu sejalan dengan jajak pendapat yang menunjukkan penurunan dukungan terhadap Israel di AS. Sebuah survei baru-baru ini oleh lembaga kajian Pew Research Center yang berbasis di AS, menyebutkan 60% orang dewasa AS memiliki pandangan negatif terhadap Israel, naik dari 53% tahun lalu.
Pandangan tersebut menguat akibat sejumlah insiden yang dilakukan Israel.
Bulan lalu, kepolisian Israel mencegah pemimpin tertinggi Katolik Roma di Yerusalem memasuki Gereja Makam Kudus untuk mengadakan misa pada Minggu Palma.
Kepolisian Israel mengatakan hal ini dilakukan karena kekhawatiran keselamatan selama perang dengan Iran.
Huckabee menyebut insiden tersebut sebagai “tindakan kelewatan yang disayangkan dan menimbulkan dampak besar di seluruh dunia”.
Tindakan pembatasan Israel dan larangan terhadap para pemuka agama Kristen untuk masuk ke gereja, menurutnya, “sulit untuk dipahami atau dibenarkan”. (MK/Sdf)