Medankinian.com, BOMBANA – Sebuah video yang memperlihatkan warga Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), terpaksa menyewa kapal laut untuk mendapatkan rujukan ke rumah sakit di daratan viral di media sosial. Dalam narasi video tersebut, biaya sewa kapal mencapai Rp 3 juta untuk sekali perjalanan.
Peristiwa itu diketahui terjadi di Pulau Kabaena, wilayah kepulauan yang hingga kini masih bergantung pada transportasi laut untuk akses layanan kesehatan rujukan. Warga setempat bernama Sahrul mengungkapkan, mahalnya biaya sewa kapal terpaksa ditanggung pasien karena ambulans laut tidak lagi beroperasi.
“Minimal Rp 3 juta untuk kapal-kapal kecil dari Kabaena ke Bombana kalau mau mengantar orang sakit,” ujar Sahrul, Selasa (20/1/2026).
Menurut Sahrul, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Sejak ambulans laut tidak berfungsi, warga tidak memiliki pilihan selain menyewa kapal milik nelayan atau perusahaan swasta untuk menyeberang ke daratan.
“Sudah beberapa bulan warga sewa kapal karena tidak ada ambulans laut. Dulu ada tiga titik ambulans laut di Kabaena, tapi sekarang rusak semua,” jelasnya.
Ia menyayangkan fasilitas ambulans laut yang sebelumnya disediakan pemerintah kini terbengkalai dalam kondisi rusak. Akibatnya, warga yang membutuhkan layanan medis lanjutan harus mengeluarkan biaya tambahan dari kantong pribadi.
“Warga yang sakit akhirnya terpaksa pakai uang pribadi lagi untuk menyeberang,” kata Sahrul.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bombana, Darwin, membenarkan bahwa ambulans laut yang dimiliki pemerintah daerah saat ini mengalami kerusakan. Fasilitas tersebut diketahui mulai beroperasi sejak 2022.
“Ambulans laut yang kita miliki memang rusak, sehingga sementara tidak bisa digunakan untuk rujukan pasien,” ujar Darwin.
Darwin menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan proses perbaikan agar ambulans laut dapat kembali beroperasi dan melayani masyarakat Pulau Kabaena, khususnya untuk kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit di daratan.(MK/sdf)