Puluhan Tahun Alami Pencairan Es, Antartika Tambah 100 Miliar Ton Es dalam Setahun

Medankinian.com, Medan– Antartika tengah menarik perhatian dunia dengan kabar mengejutkan. Setelah puluhan tahun mengalami pencairan sekaligus pengurangan jumlah es, benua es itu mendapatkan tambahan lebih dari 100 miliar ton es hanya dalam satu tahun.

Fenomena ini menjadi peningkatan besar pertama setelah beberapa dekade didominasi laporan penyusutan es.

Sejumlah unggahan di media sosial bahkan mengklaim bahwa perubahan iklim telah “dibatalkan”. Penemuan ini meniadakan seluruh penelitian tentang perubahan iklim selama puluhan tahun.

Namun para ilmuwan menegaskan bahwa narasi tersebut keliru dan mengabaikan konteks besar.

Sebuah studi terbaru dalam Science China Earth Sciences mengungkap bahwa antara 2021 hingga 2023, Lapisan Es Antartika bertambah sekitar 108 gigaton per tahun.

Peningkatan ini terjadi akibat curah salju yang sangat tinggi di wilayah Antartika Timur. Salju tersebut terkonsentrasi di empat cekungan gletser yang sebelumnya dinilai rentan.

Para ilmuwan menekankan bahwa peningkatan jumlah es ini hanyalah anomali cuaca jangka pendek, bukan tanda pemulihan jangka panjang. Perubahan arah angin dan pola kelembapan atmosfer diduga menjadi pemicunya. Bahkan, pola itu mungkin juga berkaitan dengan perubahan iklim itu sendiri.

“Udara yang lebih hangat mengandung lebih banyak uap air, sehingga ketika suhu global meningkat, lebih banyak uap air tersedia untuk presipitasi di wilayah yang lebih dingin seperti Antartika,” demikian penjelasan ilmiah yang ditegaskan dalam laporan tersebut, dikutip dari ASOC, Senin (3/11/2025).

Dengan kata lain, pemanasan global justru bisa meningkatkan curah salju di bagian tertentu Antartika. Fenomena ini merupakan gejala lain dari iklim yang berubah, bukan penyangkalannya.

Menariknya, penambahan es ini sementara menahan kenaikan permukaan laut sebesar sekitar 0,3 milimeter per tahun. Namun para pakar mengingatkan bahwa pengaruh ini hanya bersifat sementara. Ketika kondisi cuaca kembali normal, tren jangka panjang akan tetap mmendominasi. (MK/sdf)