Kongres AFEBI XIV Digelar di Medan, Aurik Gustomo: Semoga AFEBI Berikan Kontribusi Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional

Medankinian.com, Medan – Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam melaksanakan Kongres yang Ke XIV di Hotel Le-Polonia Medan, Kamis (5/11/2026). Kongres AFEBI yang mengusung tema “Rekontruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional Untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan”, berlangsung mulai tanggal 4 hingga 7 November 2026 diikuti utusan dari masing-masing PTKIN dan Universitas lainnya di Indonesia.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (FEBI UIN SU) bertindak sebagai tuan rumah Kongres yang nantinya membahas terkait isu-isu seputaran ekonomi global dan berbagai kebijakan makro ekonomi sebagai panduan kebijakan pembangunan ekonomi nasional

Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Prof Dr Aurik Gustomo,.ST, MT dalam sambutannya menegaskan AFEBI hadir guna ikut berkontribusi bagi terciptanya percepatan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan pembangunan nasional. Disamping itu AFEBI juga merespon isu-isu perekonomian secara global.

“Isu claim change menjadi peluang dalam konteks bisnis sekaligus memberi peluang bagi terciptanya ekosistem ekonomi. Artificial Inteligen (AI) menjadi topik yang dibahas, disamping itu isu perubahan geo politik global yang terjadi juga mempengaruhi secara langsung,” ujar Prof Aurik.

Guru Besar dan Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menegaskan Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki peran penting dan strategis mempersiapkan sumberdaya manusia yang nantinya disiapkan memasuki persaingan pasar secara kompetitif.

“Indonesia adalah pasar yang sangat besar dalam percaturan ekonomi global, Indonesia harus menjadi living laboratory, akselarasi pertumbuhan ekonomi dengan industri manufaktur. Ditambah lagi Genio rasio yang besar dan dukungan etnis terbesar di dunia, inilah peluang bisnis baru, sekaligus tantangan yang menjadi peluang bagi pertumbuhan bisnis dan ekonomi nasional,” ujarnya.

Disamping itu AFEBI, lanjut Prof Aurik, memberi kontribusi bagi tumbuhnya kesejahteraan bagi bangsa, dan program AFEBI berdampak salah satu program yang diimplementasikan lewat AFEBI Research Institut.

“AFEBI research institut yang nantinya membahas tentang hilirisasi, MBG, Koperasi Desa dan isu-isu ekonomi strategis lainnya. Dan blue print arah kebijakan pembangunan ekonomi nasional nantinya dirumuskan bersamaan dan hasilnya segera disampaikan kepada pemerintah,” terangnya.

Rektor UIN SU, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag dalam sambutannya menerangkan UIN SU sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, memiliki komitmen untuk terus mengembangkan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan tanggung jawab sosial.

“Bagi kami, kemajuan ekonomi tidak semata-mata diukur melalui pertumbuhan angka-angka statistik, tetapi juga melalui sejauh mana pembangunan tersebut mampu menghadirkan keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan kehidupan,” ujar Rektor.

Disamping itu nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi Islam yang menempatkan keadilan, keseimbangan, amanah, dan kemaslahatan sebagai landasan dalam setiap aktivitas ekonomi.

“Dalam perspektif ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam memiliki tanggung jawab yang sama besarnya untuk berkontribusi terhadap penguatan ekosistem ekonomi nasional, sekaligus menawarkan perspektif keilmuan yang mengedepankan etika dan tanggung jawab sosial,” terang Rektor UIN SU sekaligus melaunching AFEBI Research Institut.

Hadir dalam acara pembukaan Kongres AFEBI ke XIV Menteri Koperasi yang diwakili Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia saat ini dijabat oleh Henra Saragih, SH., MH. Gubernur Sumatera Utara di wakili staf ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat. Ir Alfi Syahriza, ST, M.Eng.Sc.

Para Dekan FEBI se Indonesia, Para Wakil Rektor UIN SU, Kepala Biro, para Dekan dilingkungan kerja UIN SU serta tamu undangan lainnya. (red/mk)