Kendati Dikeluhkan Langka, Harga Ikan Segar Terpantau Bergerak Stabil
Medankinian.com, Medan – Berdasarkan pengamatan, harga ikan segar laut terpantau bergerak stabil.
Untuk ikan tongkol berada dikisaran 30 hingga 33 ribu per Kg, sementara ikan dencis dijual sekitar 35 ribu per Kg. Harga ikan relatif stabil dari sekitar 1 tahun belakangan ini.
“Meskipun secara spesifik saya belum mendapatkan angka produksi maupun demand terkait ikan laut,” ujar pengamat Ekonomi Sumut, Benjamin Gunawan, Rabu (25/2/2026).
Karena ikan segar produksinya tidak bisa dipastikan, sangat volatile tergantung dari hasil tangkapan nelayan. Berbeda halnya dengan ikan air tawar yang banyak diproduksi dari peternak.
Terkait dengan keluhan masyarakat yang menyatakan tidak ada banyak ikan beredar yang dijual di pasar. Sejauh ini keluhan tersebut juga tidak begitu menimbulkan kegaduhan di pasar.
Tidak seperti dengan kenaikan harga daging sapi maupun daging ayam. Meskipun keluhan tersebut bisa saja datang dari warga yang kerap mengkonsumsi ikan.
“Menurut hemat saya ada beberapa faktor yang memicu keluhan supply ikan segar, meskipun tidak begitu mendorong terjadinya polemik di masyarakat. Pertama, masyarakat Sumut khususnya yang tinggal di bagian pantai timur Sumut jarang mengkonsumsi ikan,” sebutnya.
Artinya ikan tidak menjadi menu andalan masyarakat Sumut di wilayah pantai timur seperti mulai dari Langkat, Medan hingga Labuhan Batu.
Berbeda dengan masyarakat di wilayah pantai barat seperti Tapanuli, Nias, Sibolga dan sekitarnya yang banyak mengkonsumsi ikan.
“Kedua, ikan menjadi komoditas yang mudah untuk di substitusi. Dikarenakan mayoritas masyarakat Sumut lebih sering mengkonsumsi lauk di luar ikan, membuat masyarakat dengan mudah beralih dari ikan ke komoditas protein lainnya. Ketiga, produksi ikan dari hasil tangkapan nelayan itu berpindah-pindah. Artinya tidak selamanya lautan di Sumut akan mampu menghasilkan ikan dalam jumlah yang konsisten,” ujar Benjamin.
“Keempat, sekalipun dikeluhkan langka, harga ikan cenderung bergerak stabil dan tidak meroket layaknya harga cabai atau komoditas lainnya. Selain karena masyarakat selalu memiliki alternative, harga yang kerap tidak naik meskipun dinilai langka karena konsumen memiliki perhitungan tersendiri ideal harga yang mereka sediakan untuk mengkonsumsi ikan,” tutupnya. (MK/Sdf)