Medankinian.com, Medan – Kecamatan Medan Kota kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam transformasi digital.
Dalam ajang bergengsi Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025, Kecamatan Medan Kota sukses menyabet Peringkat Pertama sebagai Kecamatan Terinovatif di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Kamis (12/2/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sebagai bentuk apresiasi atas terobosan luar biasa dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kunci keberhasilan Medan Kota terletak pada inovasi unggulannya yang bernama KIK MELON (Kinerja Kepala Lingkungan Melalui Online). Sistem berbasis digital ini dirancang untuk mendobrak pola kerja konvensional menjadi lebih modern dan akuntabel.
Plt Camat Medan Kota, Endang Wastiani, menjelaskan bahwa melalui KIK MELON, kinerja para Kepala Lingkungan (Kepling) dapat dipantau secara langsung (real-time).
“Melalui sistem ini, seluruh laporan kegiatan hingga respons terhadap pengaduan warga terpantau secara terukur. Hal ini mendorong pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan profesional di tingkat akar rumput,” ujar Endang.
Sementara itu, Juara II diraih oleh Kecamatan Medan Denai melalui inovasi GORDEN (Gotong Royong Denai) yang menitikberatkan pada penguatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong dan kebersihan lingkungan.
Adapun Juara III diraih oleh Kecamatan Medan Labuhan dengan inovasi SIMON PBB (Sistem Informasi Monitoring Pajak Bumi dan Bangunan), sebuah terobosan digital dalam mempermudah monitoring serta optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan.
Wali Kota Medan berharap ajang IGA 2025 ini menjadi pemicu bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak berhenti berkreasi. Prestasi yang diraih Kecamatan Medan Kota diharapkan menjadi standar baru bagi kecamatan lain dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Keberhasilan ini sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara jajaran kecamatan, para Kepala Lingkungan, dan dukungan masyarakat mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan di era digital. (MK/Sdf)