Link Eva Nurasyifa Sultan Malaysia Viral: Benarkah Ada Adegan Video Call Dewasa?
Medankinian.com, Medan – Istilah pencarian “eva nurasyifa sultan malaysia” trending di TikTok beberapa hari belakangan.
Alhasil, video Eva Nurasyifa Sultan Malaysia ini pun langsung memicu spekulasi liar di kalangan netizen.
Isu yang berkembang menyebutkan adanya video call dewasa antara TikToker Eva Nurasyifa dengan sosok misterius yang dijuluki “Sultan Malaysia”.
Beredar kabar yang menyatakan Eva Nurasyifa menjadi korban penipuan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang mengaku sebagai sultan.
Namun, berdasarkan penelusuran dan klarifikasi dari berbagai sumber, kabar tersebut terbukti tidak akurat dan diduga kuat merupakan hasil spekulasi netizen yang berkembang di luar kendali.
Faktanya, seluruh insiden ini berawal dari sebuah percakapan telepon biasa dalam sesi live TikTok Eva Nurasyifa.
Pria yang sedang berbicara dengannya adalah Sultan Rafli Aveiro, seorang polisi yang ternyata merupakan tunangan resmi dari Eva Nurasyifa sendiri.
Kesalahan muncul ketika netizen salah menangkap konteks panggilan “sultan” dalam percakapan tersebut.
Sebutan itu langsung dijuruskan dengan seorang sultan dari Malaysia, sehingga memunculkan spekulasi tentang “Sultan Malay”.
Padahal, “sultan” yang dimaksud hanyalah panggilan untuk tunangannya, Sultan Rafli Aveiro, yang merupakan nama pribadinya.
Sayangnya, kesalahpahaman sederhana ini dengan cepat berubah menjadi narasi palsu yang merugikan.
Spekulasi berkembang menjadi kabar tidak benar yang menyebut Eva Nurasyifa terlibat video call dewasa dengan “Sultan Malaysia” dan menjadi korban penipuan dengan iming-iming uang.
Isu ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Kata kunci seperti “evanurasyifa eksklusif”, “eva nur viral 7 menit”, dan “eva nur asyifa viral” sengaja disebarkan untuk menarik klik.
Akun-akun palsu pun bermunculan dan aktif menawarkan link yang diklaim berisi konten dewasa privati Eva Nurasyifa.
Masyarakat dan pengguna media sosial diimbau untuk sangat berhati-hati. Link-link yang ditawarkan oleh akun-akun tidak jelas tersebut hampir dapat dipastikan merupakan tipuan.
Link tersebut sangat mungkin mengarah pada konten lain yang sama sekali tidak berkaitan, atau, yang lebih berbahaya, merupakan upaya phishing untuk mencuri data pribadi pengguna atau menyebarkan malware yang dapat merusak perangkat.
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghentikan penyebaran misinformasi yang telah mencemari nama baik Eva Nurasyifa dan menyesatkan publik.
Kasus ini menjadi pengingat penting untuk selalu melakukan verifikasi dan berpikir kritis sebelum mempercayai serta menyebarkan informasi di ruang digital, guna mencegah meluasnya berita palsu dan melindungi diri dari ancaman keamanan siber. (MK/Sdf)