Menu

Mode Gelap

Ekonomi Bisnis · 13 Jul 2022 18:50 WIB

Currency Bisa Jadi Alat Tukar uang Sah


					Juda Agung Perbesar

Juda Agung

Medankinian.com, Medan– Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung mengeklaim bahwa Central Bank Digital Currency (CBDC) dapat memainkan peran penting bagi sistem keuangan masa depan. Ia mengemukakan, CBDC berpotensi cocok untuk digunakan sebagai alat tukar yang sah dalam ekosistem terdesentralisasi.

Fitur utama CBDC tentu saja tidak ada dalam uang kertas kita saat ini.  CBDC juga harus berfungsi sebagai instrumen untuk mempengaruhi insentif, pasar, serta mengelola risiko keuangan yang muncul dari ekosistem terdesentralisasi,” kata Juda dalam rangkaian Fekdi kedua sebagai side event dari 3rd finance ministers and central bank governors G20 di Nusa Dua Bali Selasa (12/7/2022).

Menurutnya, CBDC merupakan sebuah motivasi yang kuat bagi bank sentral di seluruh dunia dalam memperluas upaya mereka dalam eksperimen CBDC. Berdasarkan hasil survei dari Bank for International Settlements (BIS) 2021, sebanyak 86 persen responden bank sentral secara aktif meneliti kasus potensial untuk CBDC, 60 persen di antaranya dalam tahap eksperimen, dan 14 persen lainnya telah meluncurkan proyek percontohan.

Sementara itu, hal yang perlu disiapkan untuk mengeksplorasi CBDC sangat tinggi bagi bank sentral, hal ini disebabkan karena pilihan desain masih belum selesai. Dalam praktiknya, bank sentral masih perlu memahami terlebih dahulu bagaimana tujuan dari kebijakan tersebut, masalah praktis, hingga kemampuan teknologi yang saling bersinggungan.

Lebih lanjut, terdapat tiga rumusan masalah yang perlu ditangani dengan baik dalam merancang CBDC. Pertama, menerapkan penerbitan dan distribusi yang efektif dan kuat. “Dalam hal ini, kami perlu mengeksplorasi bagaimana kami dapat memanfaatkan fitur program CBDC untuk memfasilitasi transfer tunai dan surat berharga yang,” kata Juda.

Selanjutnya, yang kedua, mengaktifkan inklusi keuangan. “Kita perlu mengeksplorasi bagaimana kita dapat memungkinkan CBDC untuk menyediakan jalur alternatif bagi orang-orang yang tidak memiliki rekening bank untuk membuka rekening transaksional dan berpartisipasi dalam ekonomi digital formal. Kita juga perlu mengonfigurasi desain yang sesuai sehingga CBDC dapat diterapkan dengan baik tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di pedesaan dengan konektivitas internet yang terputus-putus atau tidak terjangkau,” imbuhnya.

Kemudian, yang ketiga, bank sentral perlu memastikan Interoperabilitas, Interkonektivitas, dan Integrasi (3I). Dalam hal ini, bank sentral perlu menggali lebih dalam tentang bagaimana bank sentral dapat mengaktifkan konektivitas dan interoperabilitas dengan CBDC lainnya, dan dengan pembayaran domestik yang ada.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Inisiatif Techsprint G20 akan cocok di bawah naungan kepresidenan G20 Indonesia. Bank Indonesia dan BIS Innovation Hub meluncurkan G20 TechSprint 2022, dengan fokus pada desain CBDC.

Ini adalah kompetisi internasional, yang dimulai pada 25 April tahun ini, yang bertujuan untuk mengatalisasi perkembangan teknologi dan digitalisasi. Ini adalah kesempatan besar bagi individu muda yang cerdas dan ambisius serta perusahaan yang matang dan mapan untuk memamerkan potensi terbaik mereka dan membawa solusi yang paling inovatif dan dapat diterapkan,” ujarnya.

 

(Mk/sdf)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Harga Cabai Merah Sentuh 20 Ribu, Akan Menjadi Penyumbang Deflasi Terbesar

23 Juli 2024 - 10:55 WIB

Presiden AS Mundur Dari Pencalonan, US Dolar Naik Di Atas 16.200 per US Dolar

22 Juli 2024 - 10:12 WIB

Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Kembali Turun, Sumut Akan Kembali Membukukan Deflasi

19 Juli 2024 - 15:42 WIB

Ekonomi China Melambat, Bukan Hanya Menekan Ekspor Sumut Tetapi Juga Minyak Goreng

16 Juli 2024 - 17:12 WIB

Harga Migor Diwacanakan Naik, Berikut Hitungan Harga Keekonomiannya

10 Juli 2024 - 17:45 WIB

Harga Minyak Goreng Merangkak Naik, Harapan Deflasi Sumut Mengecil

9 Juli 2024 - 15:37 WIB

Trending di Ekonomi Bisnis