Menu

Mode Gelap

Sumut · 24 Jun 2022 14:16 WIB

Kejati Sumut Periksa 4 Saksi Dugaan Mafia Tanah di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Langkat


					Ilustrasi mafia. | Foto: shutterstock Perbesar

Ilustrasi mafia. | Foto: shutterstock

Medankinian.com, Langkat-Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Pidsus Kejati Sumut) memeriksa 4 saksi terkait dugaan korupsi alih fungsi kawasa hutan suaka margasatwa Langkat, Selasa (21/6/2022).

Kajati Sumut Idianto, SH, MH melalui Kasi Penkum Kejati Sumut menyampaikan, Rabu (22/6/2022) saat dikonfirmasi membenarkan ada peneriksaan terhadap 4 orang saksi dari 7 orang saksi yang dipanggil secara bergiliran.

“Empat orang saksi yang dipanggil Tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut, Selasa (21/6/2022) untuk dimintai keterangannya terkait dugaan mafia tanah di Kabupaten Langkat adalah N (mantan kepala kantor Pertanahan Langkat tahun 2009-2012, SGT (mantan kepala kantor Pertanahan Langkat tahun 2013, RM (mantan Kasi kantor pertanahan Langkat) dan R alias A (mantan karyawan perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit,” kata Yos.

Lebih lanjut Yos A Tarigan menyampaikan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi alih fungsi kawasan hutan bakau suaka margasatwa di Kabupaten Langkat.

Sebelumnya, tambah Yos Tarigan, untuk melengkapi data dan berkas, tim telah melakukan penggeledahan di dua tempat berbeda, tim membawa beberapa dokumen, berkas, file dan data lainnya untuk melengkapi barang bukti.

Penyidik Kejati Sumut juga sudah turun ke lapangan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengalihan fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading/Langkat Timur Laut, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat, yang seharusnya Hutan Bakau (mangrove) diubah menjadi perkebunan sawit dengan luas sekitar 210 Ha.

“Berdasarkan temuan di lapangan ada sebanyak 28.000 batang pohon sawit tumbuh di atas kawasan dan telah terbit 60 sertifikat hak milik atasnama perorangan, ” tegasnya.

Modusnya menggunakan koperasi petani, seolah-olah sebagai pemilik lahan dan mengelola perkebunan sawit. Ternyata, lahan hanya dikuasai satu orang yang diduga mafia tanah.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Deliserdang ini menambahkan tim Penyidik Pidsus Kejati Sumut juga sudah melakukan plotting dan menentukan titik koordinat di Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Karanggading dan Langkat Timur Laut Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat serta melibatkan ahli untuk melakukan uji analisis laboratorium sampel tanah dan jaringan tanaman dari laboratorium.

“Sampai hari ini, kita masih menunggu hasil perhitungan dari tim ahli terkait adanya dugaan mafia tanah di Kabupaten Langkat,” tandasnya.

(Mk/sdf)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jumat Barokah, Ketua Pewarta Terjun Langsung Serahkan Sembako pada Warga Kurang Mampu

23 September 2022 - 14:13 WIB

RA Alwashliyah Latih Kemandirian Anak Didik Lewat Ekskul Renang

21 September 2022 - 14:52 WIB

Jaga Stabilitas Inflasi, Pemko Tugaskan PUD Pasar Medan Ikuti Pasar Lelang Komoditi di Dairi

16 September 2022 - 17:07 WIB

Komisi I Pantau Kesiapan Penghentian TV Analog di Sumut

14 September 2022 - 17:34 WIB

Inginkan Pemberdayaan Ekonomi Islam ala Ganjar, Komunitas Ustaz di Simalungun Dukung ‘Ganjar Pranowo Presiden 2024′

13 September 2022 - 16:16 WIB

Aktif Tangkal Radikalisme di Jateng, Ganjar Pranowo Dapat Dukungan kalangan Ustadz & Santri di Deli Serdang

7 September 2022 - 20:16 WIB

Trending di Sumut