Menu

Mode Gelap

Medan · 18 Mar 2022 20:12 WIB

Gaji Guru Honor Minim, Pemko Medan Diminta Contoh Surabaya


					Gaji Guru Honor Minim, Pemko Medan Diminta Contoh Surabaya Perbesar

Medankinian.com, Medan – Hingga saat ini masih banyak guru honor di Medan yang memperoleh gaji di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Mirisnya lagi, bahkan ada yang hanya menerima Rp 400-600 ribu sebulan sebagai tenaga pendidik di sekolah negeri.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd meminta Pemerintah Kota Medan belajar dari Kota Surabaya yang memberikan gaji kepada guru honor sebesar Rp 4,2 juta. Sementara di Medan, gaji yang diperoleh para tenaga pendidik sangat jauh dari UMK dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita mendesak Pemko Medan lebih memperhatikan nasib guru. Gaji mereka sangat kecil. Bahkan ada yang hanya Rp 400 ribu. Bagaimana para pendidik ini memikirkan kualitas pendidikan, jika gaji yang mereka peroleh tidak mencukupi kebutuhan mereka?”kata Dhiyaul Hayati, Jumat (18/3/2022).

Politisi PKS ini menambahkan meski saat ini ada sejumlah guru honor yang lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tapi guru lainnya yang tidak lulus yang jumlahnya mencapai ribuan selayaknya mendapat perhatian dari Pemko Medan.

“Berikan mereka gaji layak sesuai UMK, karena ini merupakan kebijakan Pemko Medan untuk memberi kesejahteraan bagi tenaga pendidik. Bagaimana para guru ini bisa fokus mencerdaskan bangsa jika gaji yang mereka peroleh sangat minim. Kita merasa miris, guru yang merupakan ujung tombak pendidikan dan setiap hari memberikan pembinaan dan mengembangkan kemampuan siswa tapi malah kurang mendapat perhatian dari pemerintah,” tutur Sekretaris Komisi II DPRD Medan ini.

Dia meminta Pemko Medan mencontoh pemerintahan di Surabaya yang memberikan gaji guru honor sesuai UMK. Di Surabaya, lanjut Dhiyaul, guru honorer dan GTT yang mengajar jenjang SD dan SMP negeri digaji setara upah minimum kota (UMK) Surabaya Rp 4,2 juta per bulan.

“Dalam kondisi pandemi pun, semua honorer juga merasa nyaman karena besaran gaji mereka tetap sesuai UMK, dan itu semua diatur dalam perda. Nah bagaimana dengan kita disini? Kondisi masih pandemi, guru honor makin ‘tercekik’ karena upahnya sangat minim,” tandasnya. (sdf/mk)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

OJK Apresiasi Capaian TPAKD Sumut

1 Desember 2022 - 21:56 WIB

Dhiyaul Hayati Apresiasi Program UHC

1 Desember 2022 - 21:45 WIB

F Demokrat DPRD Medan Minta Pemko Fokus Tangani Atlet Muda Berprestasi

1 Desember 2022 - 21:42 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Medan Minta Pemko Perhatikan Kesejahteraan Atlet

1 Desember 2022 - 21:38 WIB

Hasyim Ingatkan BPJS Kesehatan Awasi Pelayanan RS Ditingkatkan

1 Desember 2022 - 21:33 WIB

Usbat Medan Mantap Dukung Ganjar Pranowo Nyapres

1 Desember 2022 - 19:36 WIB

Trending di Medan