Menu

Mode Gelap

Medan · 7 Des 2021 19:44 WIB

Hendra Minta Dishub Medan Tes Urine Seluruh Sopir Angkot


					Hendra Minta Dishub Medan Tes Urine Seluruh Sopir Angkot Perbesar

Medankinian.com, Medan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan diminta untuk melakukan tes urine secara mendadak kepada seluruh sopir angkot di Kota Medan dan diberikan sanksi tegas bagi yang terbukti pakai Narkoba. Selain itu, aparat terkait juga harus melakukan razia Surat Izin Mengemudi (SIM) dan melakukan tes uji kelayakan kenderaan terhadap seluruh Angkot di Kota Medan. diberikan sanksi tegas bagi yang terbukti pakai Narkoba

Demikian disampaikan Ketua Fraksi Hanura DPRD Kota Medan, Hendra DS, Selasa (7/12/2021).

“Karena ternyata, sopir Angkot yang menerobos rel kereta api hingga menyebabkan sejumlah korban jiwa itu tidak memiliki SIM dan positif Narkoba. Sudah 3 tahun mengkonsumsi sabu dan juga dia minum tuak,” tegas Hendra DS, kemarin (6/12).

Akibat mengkonsumsi Narkoba itu, Hendra DS menilai seperti ada unsur kesengajaan si sopir Angkot menabrakkan Angkotnya tersebut. Hal itu karena dia (sopir Angkot) masih dalam pengaruh Narkoba. Akibatnya, 4 nyawa melayang sia- sia dan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka berat.

“Saya minta si sopir Angkot itu dihukum berat karena telah menyebabkan beberapa orang meninggal dunia,” papar Ketua Hanura Kota Medan itu.

Hendra DS menambahkan kecelakaan maut yang disebabkan oleh kelalaian sopir Angkot bukan kali ini saja terjadi. Namun sudah terjadi beberapa kali di Kota Medan. Sebagai kota metropolitan, Hendra DS sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi.

“Atas dasar itulah, kita minta agar melakukan tes urine mendadak kepada seluruh sopir angkot di Kota Medan, merazia surat izin berkendara dan melakukan tes uji kelayakan mesin Angkot. Teknisnya, polisi, Dishub dan Organda kota bisa bekerjasama untuk melakukan hal itu,” ujarnya.

Menurut Hendra DS, razia SIM itu sangat perlu dilakukan. Mengingat, SIM menjadi dasar seseorang boleh berkendara. “Kalau dia (sopir Angkot) itu punya SIM, pasti tahu dia aturan berlalu lintas. Masak, palang kereta api sudah turun diterobosnya. Ini kan aneh,” paparnya.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengungkapkan, sopir Angkot berinisial HM (43) itu mengaku telah menjadi pecandu Narkoba sejak 3 tahun lalu. Kombes Pol Riko juga menambahkan tersangka sebelum berangkat membawa penumpang itu juga sudah mengonsumsi minuman beralkohol  bersama teman- temannya saat berada di pangkalan.

“HM juga mengakui sudah 3 tahun ini menggunakan Narkoba, khususnya jenis sabu-sabu dan hasil tes urine yang bersangkutan positif methampetamine. Yang bersangkutan mengakui 4 hari sebelum kejadian mengonsumsi sabu-sabu,” ungkap Kombes Pol Riko.

Diketahui sebelumnya, 4 dari 10 penumpang Angkot dilaporkan tewas, 6 lainnya kritis setelah Angkot itu menerobos palang pintu (pintu neng nong) di Jalan Sekip Kecamatan Medan Barat, Sabtu (4/12/2021) sekita pukul 15:00 WIB. (red/mk)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pemko Medan Raih Penghargaan Anugerah Meritokrasi 2022

8 Desember 2022 - 21:21 WIB

Pekerja Digaji di Bawah UMK, Pengusaha Diminta Patuhi UU Cipta Kerja

7 Desember 2022 - 22:45 WIB

Bayek : Tantangan Pembangunan Kota Medan ke Depan Akan Semakin Kompleks

7 Desember 2022 - 22:40 WIB

Pemko Harus Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Kota Medan

7 Desember 2022 - 22:36 WIB

Hasyim Apresiasi Digelarnya Pentas Seni Siswa dan Bazar Yayasan Perguruan Sutji Murni

7 Desember 2022 - 22:30 WIB

Surianto Nilai Pelayanan Kesehatan Masih Jauh Dari Kata Memuaskan

7 Desember 2022 - 22:26 WIB

Trending di Medan